Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

PDIP: Elite Politik Yang Bertemu Sebelum Putusan MK Itu Negarawan

SABTU, 08 JUNI 2019 | 13:05 WIB | LAPORAN:

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu angkat bicara soal manuver politik yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat baru-baru ini.

Seperti diketahui, elite Partai Demokrat seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) gencar bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh yang dikenal berseberangan dengan sikap politik partai mercy itu pada Pilpres 2019 lalu.

Pada Rabu (5/6) lalu, AHY dan Ibas bersama istri masing-masing tampak menghadiri open house yang digelar Presiden Joko Widodo. Keduanya bahkan dikabarkan sempat berbicara secara tertutup dengan capres yang berpasangan dengan KH Maruf Amin tersebut.


Setelahnya, AHY dan Ibas juga menyempatkan hadir dalam halal bihalal yang digelar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada hari yang sama.

Keesokan harinya, Kamis (6/6), AHY dan Ibas melanjutkan silaturahminya. Kali itu, kedua putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengunjungi keluarga besar Presiden RI ke-3 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Langkah kakak beradik itu pun menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengamat. Tak sedikit dari mereka yang menilai langkah AHY dan Ibas sebagai pendekatan Partai Demokrat dengan Kubu Jokowi-Maruf, bahkan ada yang menyebut sebagai upaya agar AHY mendapat kursi menteri di pemerintahan selanjutnya.

Sementara, Masinton punya pandangan yang berbeda. Caleg Dapil II DKI Jakarta yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri itu menilai langkah AHY dan Ibas patut diapresiasi sebagai sikap negarawan.

Masinton beralasan, silaturahmi yang dilakukan AHY dan Ibas dilakukan sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) mengambil keputusan terkait sengketa Pemilu yang tengah diajukan oleh Paslon Prabowo-Sandi di mana Demokrat turut memberikan dukungan.

"Jika elite yang berkompetisi di Pilpres 2019 bertemu dan bersilaturahmi pra-putusan MK, akan diapresiasi publik sebagai sikap negarawan," ujar Masinton di Twitter, Sabtu (8/7).

Sebaliknya, imbuh Masinton, penilaian itu akan berbeda jika silaturahmi dilakukan setelah MK mengumumkan putusannya terkait sengketa pemilu.

"Kalau bertemunya pasca putusan MK, publik akan membacanya hanya sebagai sikap politik," pungkas Masinton.

Mahkamah Konstitusi baru akan mengumumkan putusannya terkait sengketa pemilu ini pada 28 Juni 2019 mendatang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya