Berita

Foto: Repro

Politik

Dua Orang Jenderal

SABTU, 08 JUNI 2019 | 01:04 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

DUA orang jenderal; Susilo dan Prabowo. Satunya tegang. Tangan bersilang di dada. Menyerang dengan halus. Arogan. Tajam. Oportunistik. Ingin loncat kubu.

Satunya lagi diam. Take the blow. Jiwa Corsa. Tersingkir. In silence. Dihianati dan ditinggalkan. Alone.

Tidak ada yang salah dari ucapan Pa Prabowo. Dia bilang, Ibu Ani memilihnya waktu pilpres 2014 dan 2019. Secara subjektif, Pa Prabowo menghargai Ibu Ani. Sebuah apresiasi yang bersifat sangat pribadi dan erat. The highest form of gratitude.


Susilo tidak suka. Jadi polemik. Buzzer Demokrat menyalak. Ikuti arahan Si Bos. Langit belum runtuh, penghianatan sudah dilakukan.

"The man is a political animal," kata Philosopher Aristotle.

Rambut Donald Trump jadi "political tool" to attack. Topi merah. Sakit. Usia. Ucapan bela sungkawa. Semuanya politik. Zoon politikon. Thomas Mann menyatakan, "Everything is politics".

Too much politics destroy friendship. Jenderal Susilo mengubah diri sebagai politikus murni. Patriotisme dan loyalty menjadi usang. Mungkin karena "too much politics", dia dan partainya ditinggalkan pemilih. Partai Demokrat menjadi partai 1-digit. Kalah dari PKB dan Nasdem.

"One of the reasons people hate politics is that truth is rarely a politician's objective. Election and power are," kata Cal Thomas.

My loyalty to Ibu Ani seharusnya mewujudkan aspirasi almarhumah di tahun 2014 dan 2019 yaitu menjadikan Pa Prabowo sebagai Presiden.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya