Berita

John Goodenough/Net

Dahlan Iskan

Maria Goodenough

JUMAT, 07 JUNI 2019 | 05:03 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PENGHARGAAN lagi. Untuk guru besar itu lagi.

Kita harus mengakui. Tanpa penemuannya HP pun tidak akan bisa kita bawa ke mana-mana.

Prof. Dr. Goodenough.


Nama depannya John.

Umur: 96 tahun.

Saat perang dunia kedua sudah menjadi pilot pesawat tempur.

Penghargaan terbarunya ini dari Benjamin Franklin Institute. Minggu lalu. Untuk jasa besar Goodenough menemukan baterai lithium.

Tinggal hadiah Nobel yang belum ia terima. Meski sudah banyak yang mengusulkannya.

Sempatkah Goodenough menerima Nobel? Di masa hidupnya?

Yang ia tunggu bukan itu. Tapi hilangnya emisi dari seluruh jalan raya. Juga dari seluruh dunia.

"Saya berharap masih akan melihat itu. Saya memang sudah berumur 96 tahun. Tapi kelihatannya masih ada waktu," katanya pada The Economist bulan lalu.

Tidak selincah Mahathir Muhamad memang. Yang tiga tahun lebih muda. Tapi Goodenough masih very good. Kesehatannya masih seperti namanya: 'good enough'.

Ia masih aktif di laboratoriumnya. Di University of Texas, Austin. Bahkan ia masih bikin kejutan lagi. Menemukan cara baru lagi. Yang tidak pernah dipikirkan orang. Penemuan itulah yang akan menghapus emisi di seluruh jalan raya di dunia.

Penemuan barunya itu masih di bidang baterai. Tapi konsepnya sudah sangat berbeda. Tidak pakai liquid. Ini yang diragukan banyak ahli. Tidak mungkin itu akan terjadi.

Tapi penemuan Goodenough sudah final. "Saya akan  membuat semua pompa bensin tidak ada gunanya lagi," katanya.

Baterai baru itu akan tiga kali lebih kuat dari lithium terbaik saat ini. Tidak bisa menimbulkan panas. Tidak bisa membuat mobil terbakar. Bisa sampai 23.000 charging dan discharging.

Intinya: mobil listrik akan bisa punya jarak tempuh 1000 Km. Sekali charging. Juga tidak perlu khawatir dengan lamanya waktu charging. "Tidak lagi bicara jam. Ini bicara menit," katanya.

Tanpa penemuan Prof Goodenough itu pun mendunianya mobil listrik tidak akan bisa dibendung. Apalagi dengan karya baru dari -semoga dipanjangkan lagi umurnya- seorang ilmuwan berumur 96 tahun ini.

Bagaimana kalau beliau tiba-tiba meninggal?

Tentu kita akan sangat kehilangan. Tapi di dalam tim riset di University of Texas Austin sudah ada generasi baru. Umurnya 46 tahun. Doktor bidang ilmu material baru. Yang justru orang muda inilah yang usul kepada mentornya itu. Agar Goodenough menyempurnakan lagi baterai lithiumnya. Menggunakan bahan baru temuannya.

Dia seorang ilmuwan muda. Wanita.

Namanya panjang sekali.

Saya ambil nama singkatnya saja: Maria Helena Braga.

Maria adalah ilmuwan dari Portugal. Lulusan University of Porto. Kota kedua terbesar di Portugal. Saya menyesal tidak mampir ke kampus ini saat ke Porto dulu.

Di University of Porto itu pula Maria Braga meraih gelar doktornya. Di bidang ilmu material baru.

Yang ditemukan Maria adalah electrolyte kaca yang padat. Tapi temuannya itu dianggap omong kosong. Tidak mungkin bahan kaca bisa dipakai untuk electrololyte. Yang selama ini berupa benda cair. Dan harus benda cair.

Dua tahun lalu Maria ke Texas. Menemui Prof Goodenough. Maria berhasil meyakinkan ilmuwan yang sudah sangat tua itu.

Goodenough bahkan minta sekalian Maria tinggal di Austin. Menjadi tim riset Goodenough. Maka dilakukanlah berbagai uji laboratorium: bahan temuan Maria dipakai untuk electrolyte. Yang menghubungkan katoda dan anoda. Dua kutub yang berbeda dalam baterai. Yang satu positif dan satunya negatif.

Tahap yang terjadi saat ini adalah mencari partner. Untuk memproduksinya. Berarti sudah amat dekat menjadi kenyataan.

Penemuan lithium adalah revolusi. Penemuan bahan kaca untuk electrolyte adalah revolusi kedua di bidang baterai.

Dan umur 96 tahun masih mencipta adalah revolusi harapan baru.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya