Berita

Ali Mochtar Ngabalin/RMOL

Politik

PAN Disebut Sudah Punya Kesamaan Visi Dengan Jokowi

RABU, 05 JUNI 2019 | 21:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintahan Presiden Joko Widodo berharap partai-partai yang ada di barisan oposisi untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintah.

Salah satu partai yang diharapkan bergabung adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan Partai yang dinahkodai Ketua MPR Zulkifli Hasan ini dinilai sudah memiliki kesamaan visi dengan Presiden Jokowi.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, dirinya telah bertemu dengan sejumlah politikus PAN termasuk Sekjen Eddy Soeparno. Dari pertemuan itu, ia yakin PAN telah sevisi dengan Jokowi.


"Saya tadi habis ketemu juga Sekjen PAN, Bung Edi. Kita ngomong cukup panjang. Saya percaya mereka adalah politisi-politisi senior," ujar Ali Ngabalin usai menghadiri open house di rumah dinas Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Ali Ngabalin menambahkan, sejumlah politikus PAN juga beberapa kali ada yang bertemu dengan Jokowi.

"Itu artinya PAN punya visi yang sama untuk membangun Indonesia lebih baik. Tentu kita berharap PAN jadi kekuatan di parlemen, pemerintah dan parlemen juga harus membangun kekuatan dalam memikirkan program-program pemerintah dan negara," paparnya.

Masih menurut Ali Ngabalin, bergabungnya partai seperti PAN tidak akan mengganggu komposisi koalisi pemerintahan Jokowi.

"Kalau di Indonesia itu tidak ada yg tidak bisa diatur. Semuanya bisa diatur, apalagi Pak Jokowi. Kalian tahu kan, Pak Jokowi itu independensinya sangat kuat, tidak ragu dalam mengambil keputusan dan tidak menjadi bagian dari siapa pun saat mengambil keputusan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ali Ngabalin juga menyebut kans bergabungnya Demokrat dengan pemerintah kian kuat. Hal itu didasari sejumlah indikasi, termasuk silaturahim dua putra Presiden RI ke-6 SBY ke Jokowi dan Megawati.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya