Berita

Ketua Umum Kornas Fokal IMM Armyn Gultoum/Net

Politik

Alumni IMM Dorong Muhammadiyah Jadi Perekat Polarisasi Politik

JUMAT, 31 MEI 2019 | 16:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kondisi sosial politik bangsa yang tengah mengalami degradasi akibat perbedaan pendapat dan pilihan politik di Pilpres 2019 membuat  Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) prihatin.

Untuk itu, Kornas Fokal IMM mengajak seluruh kompenen bangsa untuk saling menahan diri dan menjaga persatuan bangsa.

“Alumni IMM mendesak penyelesaian dugaan kecurangan dan pelanggaran pemilu dilakukan melalui mekanisme demokrasi yang telah disediakan,” tutur Ketua Umum Kornas Fokal IMM Armyn Gultoum dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/5).


Alumni IMM, sambung Armyn juga mendorong persyarikatan Muhammadiyah untuk menjadi perekat dan penyambung polarisasi elit politik. Hal ini sesuai perwujudan Muhammadiyah sebagai tenda besar bangsa yang keberadaannya mesti melampaui kepentingan politik kekuasaan dan agenda elektoral lima tahunan.

“Alumni IMM sebagai bagian integral dari persyarikatan Muhammadiyah mendukung langkah Bapak Haedar Nashir dan Bapak Abdul Muti, Ketua Umum dan Sekjen PP Muhammadiyah mengambil prakarsa pencerahan dalam kondisi karut marut politik Indonesia saat ini,” tegasnya.

Seruan itu, kata Armyn juga ditujukan kepada seluruh alumni dan kader IMM yang tersebar di ratusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Agama Islam negeri (PTAIN), Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.

“Harus melakukan langkah serupa menjadi aktor pencerah dan jembatan bagi pulihnya kohesi sosial dan politik yang terbelah pasca Pilpres 2019,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya