Berita

Komisioner KPU, Hasyim Asyari/RMOL

Politik

KPU: Dana Kampanye Di Luar Batas Dikembalikan Kepada Negara

JUMAT, 31 MEI 2019 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Audit laporan dana kampanye (LDK) merupakan sarana yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengawasi kepatuhan peserta Pemilu 2019 terhadap aturan keuangan.

Komisioner KPU, Hasyim Asyari menyebutkan, salah satu audit yang dilakukan adalah soal penerimaan dan pengeluaran yang berkaitan dengan sumbangan kampanye.

"Harus jelas identitasnya, kalau misalnya ada orang yang menyumbang (kepada peserta Pemilu) itu (harus) jelas identitasnya," ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Jumat (31/5).


Bukan sekadar identitas, KPU juga akan melakukan pengawasan secara detail soal besaran sumbangan yang diterima peserta pemilu. Besaran itu sesuai dengan aturan batasan penerimaan dari perseorangan ataupun perusahaan kepada peserta pemilu.

Dijelaskan Hasyim, apabila nanti ada temuan penyalahgunaan aturan dana kampanye, peserta Pemilu tidak boleh memakai dana sumbangan dan wajib dikembalikan kepada negara.

"Kalau menerima sumbangan dana kampanye dari sumber yang dilarang maka dana itu tidak boleh digunakan untuk kampanye dan harus dikembalikan," jelasnya.

"Dikembalikan ke mana? Dikembalikan ke kas negara sehingga mekanisme untuk setor ke kas negara, bukti setornya yang disampaikan kepada KPU," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya