Berita

Slamet Hasan/Net

Politik

Alumni KAMMI: Hoax Bikin Resah Karena Negara Tidak Hadir, Hentikan Penangkapan!

JUMAT, 31 MEI 2019 | 15:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Belakangan ini pihak kepolisian terus menangkap beberapa orang karena diduga menyebarkan informasi bohong alias hoax.

Namun, hoax dinilai tidak akan meresahkan masyarakat jika negara hadir memberikan informasi pembanding yang kredibel.

Begitu kata Koordinator Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-23 Mei 2019 Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI), Slamet Hasan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/5).


"Informasi bohong (hoax) tidak akan meresahkan dan membuat onar di tengah-tengah masyarakat apabila ada informasi pembanding yang kredibel dari negara," sebutnya.

Sehingga, Slamet meminta kepada pihak kepolisian untuk menghentikan menangkap para penyebar informasi hoax.

"Hentikan memburu orang-orang yang menyebarkan informasi hoax kemudian menangkap dan menahannya," tegasnya.

Menurut Slamet, pihak kepolisian selalu menggunakan pasal karet untuk menjerat para pelaku penyebar hoax. Sehingga dia mendesak pihak kepolisian untuk menghentikan menangkap terkait hal itu.

"Mendesak kepolisian untuk menghentikan penangkapan dan penahanan terhadap pihak-pihak dengan jerat hukum yang menggunakan pasal-pasal haatzai artikllen (pasal karet) baik dari UU 1/1946, ketentuan tentang makar dalam KUHP maupun pasal penghinaan yang diatur dalam UU ITE," tegasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya