Berita

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Melalui Gugatan Ke MK, Prabowo Beri Pembelajaran Demokrasi Yang Elegan

JUMAT, 31 MEI 2019 | 14:25 WIB | LAPORAN:

Peluang kemenangan Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi (MK) tergantung pada bukti-bukti yang menguatkan tuduhan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).  

Hal itu disampaikan Pakar Hukum Tata Negara dan Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Juanda saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/5).

Prof Juanda menyambut gembira dengan keputusan Prabowo-Sandi yang mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK.


"Ini adalah pembelajaran yang sangat elegan dan cukup bagus untuk pendidikan demokrasi kita, di masa yang akan datang untuk kita semua dalam bernegara," ungkap Prof Juanda.

Terkait peluang kemenangan Prabowo-Sandi, Prof Juanda menitikberatkan pada sejauh mana Prabowo sebaik mungkin memanfaatkan peluangnya di MK dan memperjuangkan apa yang menjadi gugatannya.  

"Teori peluang itu dia akan selalu ada sepanjang kita atau seseorang itu berusaha untuk memperjuangkan dan memanfaatkan peluang yang ada, sekarang peluang itu diberi kesempatan kepada siapapun atau pihak manapun yang merasa hak-haknya dirugikan, dicurangi, nah dialah yang memperjuangkannya," tutur Prof Juanda.

"Kalau bicara kecil besarnya tergantung kepada kepiawaian, kepintaran dan keakurasian, fakta, data, bukti yang di ajukan oleh Pak Prabowo dan sejauh mana Pak Prabowo ini melalui kuasa hukum mampu membuktikan. Tidak bisa hanya mengajukan saja, tetapi ia juga harus mampu membuktikan kebenaran dari fakta data bukti yang dia ajukan nanti," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya