Berita

Para Narasumber dalam Dialog "Merajut Persaudaraan & Kolaborasi Untuk Indonesia Damai Pasca Pemilu 2019" dikantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (29/5)/RMOL

Politik

Pasca Pilpres, Masyarakat Harus Tetap Jaga Persatuan Bangsa

KAMIS, 30 MEI 2019 | 13:57 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), menggelar dialog sekaligus buka puasa bersama bertajuk "Merajut Persaudaraan & Kolaborasi Untuk Indonesia Damai Pasca Pemilu 2019" di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (29/5).

Dialog ini dibuka oleh Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Bimo Suryono (Ketua Umum KBPP POLRI). Ia mengatakan  adanya 01 dan 02 sudah selesai seiring berakhirnya pesta demokrasi. Oleh karenanya masyarakat harus canangkan 03, yaitu persatuan.

Dalam kesempatan itu, Bimo juga menyinggung soal kerusuhan yang mewarnai Aksi 22 Mei silam.


"Kita serahkan pada mekanisme hukum. Kalau polisinya salah pasti diatur sesuai mekanisme hukum. Dan unjuk rasa dijamin UU," ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PBNU & Pembina NU Cirlce Ing. H. Bina Suhendra meminta masyarakat mengubah pola pikir agar tidak termakan hoax, khususnya yang timbul selama 21-22 Mei.

"Kalau kita tidak mengubah pola pikir, maka kita akan termakan hoax dan hoax menyasar anak-anak muda. Yang tukang bikin hoax itu ahli-ahli itu, dia tahu kalau itu bohong tapi dia bisa yakin kalau itu benar," jelasnya.

Ketua Umum DPP Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Hariara Tambunan menambahkan, masyarakat harus jelas keinginan untuk menekankan perdamaian, sehingga jangan mau untuk terprovokasi

"Jangan mau terprovokasi dengan nilai-nilai apapun. Sadarlah, kita harus siap bantu TNI Polri demi Indonesia ini aman dan damai. Kalau kita biarkan, kita tidak bisa duduk damai begini karena kita hancur lebur," ujarnya.

Selain itu Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa Abdul Ghopur menyebutkan, Demokrasi Indonesia adalah ijtihad ulama-ulama sepuh nusantara yang mencetuskan demokrasi Indonesia yang keutuhan bangsa dan jamin keagamaan.

"Bukan menang-menangan, bukan kalah-kalahan," jelasnya.

Diketahui, dalam acara ini hadir pula narasumber lain seperti Pendiri Rumah Milenial Sahat Martin Philip Sinurat, dan Sekretaris eksekutif Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI Jimmy Soemin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya