Berita

Anggota Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Nicolay Apriliando bersama Cawapres Sandiaga Uno/RMOL

Politik

Tim Hukum BPN: Bukti Gugatan Kami Bukan Abal-Abal

RABU, 29 MEI 2019 | 21:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tengah menyiapkan sejumlah alat bukti untuk menjalani persidangan gugatan atas hasil Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Nicolay Apriliando menyebut seluruh tim masih bekerja sebelum sidang perdana yang dijadwalkan tanggal 14 Juni mendatang.

Dalam sisa waktu yang tidak panjang tersebut, Nicolay memastikan tim bekerja untuk menyiapkan bukti yang relevan dan betul-betul kuat validitasnya.


"Kami tidak ingin memberikan alat bukti abal-abal, kami ingin tetap mempertahankan itu semua dengan alat-alat bukti yang valid," ujar Nicolay di Media Center BPN, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (29/5).

Nicolay menyebutkan bahwa 51 alat bukti yang dibawa saat mendaftar gugatan di MK merupakan prasyarat supaya pengajuan gugatan dapat diterima.

"Karena kami punya cukup valid dan cukup banyak. Kami juga bisa membuktikan secara IT forensik terjadinya penggelembungan dan kecurangan. Itu bisa kami buktikan lewat IT forensik," jelasnya.

"Jadi kami bukan hanya memiliki 51 alat bukti, itu hanya sebagai pengantar untuk sebagai prasyarat kami bisa mendaftar di Mahkamah Konstitusi," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya