Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Paus Fransiskus Kritisi Pembangunan Tembok AS-Meksiko

RABU, 29 MEI 2019 | 16:53 WIB | LAPORAN:

Paus Fransiskus mengkritisi kebijakan Presiden Donald Trump terkait pembangunan tembok yang memisahkan antara Amerika Serikat dan Meksiko.

Berkaca pada Tembok Berlin yang pernah dibangun antara Jerman Barat dan Jerman Timur, Paus menilai pembangunan Tembok AS-Meksiko juga akan menimbulkan dampak yang sama.

"Kita semua tahu ada pembangunan sejenis ini yaitu Tembok Berlin, yang menyebabkan kekacauan dan penderitaan, memisahkan anak-anak dengan keluarga mereka, dan bertentangan dengan hak-hak dasar manusia," katanya seperti dikutip dari RT Arabic, Rabu (29/5).


"Ini semua kejam, dan salah satu dari dosa besar," imbuhnya.

Paus juga mempertanyakan tujuan dari pembangunan tembok tersebut. "Apakah untuk melindungi batas wilayah, atau perekonomian negara, atau ada yang tahu untuk apa?" tanyanya.

Untuk itu, Paus mengaku akan menyampaikan pendapatnya tersebut kepada Presiden AS Donald Trump. Paus menegaskan akan menyampaikan hal tersebut kepada Trump di muka umum.

Sebelumnya, Trump bertekad untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Ia menilai, pembangunan itu sangat penting untuk mencegah para imigran masuk ke wilayah Amerika. Menurutnya, para imigran itu merugikan Amerika karena ditunggangi oleh mafia dan orang-orang jahat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya