Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Demokrat Minta Fadli Zon Aktif Pantau Dinamika Medsos

RABU, 29 MEI 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terlalu bawa perasaan (baper) berbuntut panjang.

Khususnya, terkait perundungan yang dilakukan oleh warganet terhadap putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah bertemu Presiden Joko Widodo.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rananda Bachtar meminta Fadli untuk lebih aktif memantau dinamika sosial. Di mana AHY banyak diserang netizen sejak pertemuan itu terjadi.


"Fadli Zon mungkin pasca pencoblosan 17 April kurang ikuti media sosial," ujar Renanda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/5).

Renanda menyebut Presiden Jokowi mengundang AHY sebagai individu dan tidak sebagai representasi Partai Demokrat. Tidak etis juga warga negara menolak undangan dari presiden.

"Bahwa AHY diundang tidak sebagai pimpinan Partai Demokrat dan tidak etis menolak undangan pimpinan negara," jelasnya.

SBY mengatakan bahwa AHY yang juga Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat kerap di-bully setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fadli menekankan, dalam politik, biasa jika ada pro maupun kontra. Untuk itu, seorang politisi haruslah siap di-bully oleh orang-orang yang tidak suka. Politisi pun harus siap mental jika dipuji oleh yang menyukainya.

"Jadi nggak usah baperlah kalau di-bully itu. Pasti siapapun, saya tiap hari di-bully santai saja, nggak ada tuh saya baper-baperan," kata Fadli.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya