Berita

Konferensi pers usai melakukan rapat tertutup bersama Gerakan Suluh Kebangsaan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (28/5)/RMOL

Politik

Polri Serius Dalami Jaringan Tersangka Kerusuhan 22 Mei

SELASA, 28 MEI 2019 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Kepolisian akan mendalami oknum kericuhan 21-22 Mei yang memerintahkan enam tersangka perencana pembunuhan terhadap empat pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei swasta.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian saat membeberkan empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan dalam jumpa pers di Kantor Kemen Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5).

"Ini pelaku-pelaku yang disuruh melakukan eksekusi itu tertangkap semua. Senjatanya sudah kita tahan. Senjatanya kita dapat empat senjata, kemudian kita masih mengembangkan orang yang menyuruh. Mungkin tidak lama lagi juga kita akan proses hukum," ungkapnya.


Pendalaman dan pengembangan ini dilakukan berdasarkan tersangka yang sudah berhasil ditangkap, di dalamnya dipastikan ada jaringan kelompok-kelompok tertentu.

"Mengenai dalangnya diperlukan 400 (oknum) lebih yang ditangkap ini, kan dia ada kelompok-kelompok cluster-clusternya. Ada yang berasal dari keluarga ini, ada yang dari daerah ini. Kita akan lihat siapa yang menyuruh mereka datang, karena tentu yang kita kembangkan adalah yang mereka datang khusus untuk melakukan kerusuhan, bukan yang datang untuk berdemo, aksi damai," tegasnya.

Tito juga menegaskan, apapun pandangan jihad jika melakukan aksi kekerasan dan kejahatan, maka akan kembali pada proses hukum.

"Ada yang seperti dari Sukabumi katanya disuruh berjihad. Jihadnya apa? Jihad kekerasan, perang, itu dalam bahasa mereka. Tapi dalam bahasa hukum itu artinya melakukan aksi kekerasan dan kejahatan, ini kita sedang bekerja sekarang untuk menarik apakah ada link up dari kelompok ke kelompok lain, dari semua keluarga yang ada ditahan saat ini," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya