Berita

Said Iqbal/Net

Politik

KSPI Ingin Putusan MK Tidak Didasarkan Selisih Suara

SENIN, 27 MEI 2019 | 13:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi resmi daftar gugatan sengketa pemilu 2019 atas dugaan kecurangan di Mahkamah Konstitusi, Jumat lalu.

Namun demikian, Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) sebagai salah satu pendukung pasangan nomor urut 02 enggan tebak-tebakan soal peluang keberhasilan gugatan tersebut.

"Kita tidak bisa prediksi karena hakim itu kan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal di Bilangan Menteng, Jakarta, Senin (27/5).


Said mengutip pernyataan mantan Ketua MK, Mahfud MD bahwa persoalan sengketa hasil pemilu tidak sekadar selisih perolehan suara, tetapi juga soal seberapa intens bukti-bukti soal kecurangan.

"Waktu beliau menjadi ketua MK beliau mengatakan penetapan dari hasil pilkada, termasuk pilpres bisa berubah tidak hanya berdasarkan jumlah angka suara, tapi berdasarkan tingkat kecurangan," jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Iqbal, KSPI berharap sidang berjalan dengan baik dan hakim sebagai negarawan membuat keputusan berdasarkan bukti-bukti kecurangan yang ada.

"Kami berharap MK bisa menyidangkan tentang bisa nggak dibuktikan bukan hanya dari selisih suara, tapi tingkat kecurangan yang massif, terstruktur, dan sistematis," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya