Berita

PDI Perjuangan/Net

Politik

PDIP Parpol Pendukung 01 Yang Paling Tidak Puas Hasil Pileg

SENIN, 27 MEI 2019 | 13:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Walaupun sudah ditetapkan oleh KPU sebagai partai peraih suara terbanyak, PDI Perjuangan justru tercatat sebagai parpol pendukung paslon 01 Jokowi-Maruf yang paling tidak puas terhadap hasil Pileg 2019.

Demikian disampaikan Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin kepada redaksi, Senin (27/5).

Jelas Said, ketidakpuasan itu jika diukur dari jumlah sebaran provinsi yang hasil pemilunya digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Berdasarkan data Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang masuk ke MK, partai asal capres peraih suara terbanyak itu menggugat hasil pileg di 20 provinsi.


"Setelah PDIP, parpol pendukung capres 01 yang turut menggugat hasil pileg adalah Partai Nasdem dengan catatan ketidakpuasan di 16 provinsi, diikuti Partai Golkar (15), PKB (14), Partai Hanura (13), PPP (11), Partai Perindo (10) serta PBB (10)," lanjutnya.

Adapun PSI dan PKPI tampak pasrah pada hasil pemilu, sebab masing-masing parpol itu hanya menggugat hasil Pileg di tiga provinsi saja. PSI menyoal di Jawa Barat, Sulawesi Utara dan Papua. Sedangkan PKPI di Sumatera Utara, Maluku Utara dan Papua.

Namun demikian, lanjut Said, ketidakpuasan PDIP masih kalah jika dibandingkan dengan Partai Berkarya. Partai yang dipimpin Tommy Soeharto itu ternyata tidak puas pada hasil pileg di seluruh Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Berkarya menggugat hasil pileg di 34 provinsi.  

Selain Berkarya, empat parpol pendukung capres 02 lainnya juga ikut membawa hasil pemilu ke MK. Uniknya, partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono justru terlihat lebih tidak puas pada hasil Pemilu dibandingkan dengan partai besutan Prabowo Subianto.

"Demokrat tercatat tidak puas di 23 provinsi, sedangkan Gerindra di 21 provinsi. Berikutnya ada PAN (15), dan yang paling sedikit mengajukan gugatan dari kubu 02 adalah PKS (12)," ujar Said.

Menurutnya, jika ketidakpuasan partai-partai politik terhadap hasil pileg dikaitkan dengan ketidakpuasan pada hasil pilpres, muncul fakta menarik. Yaitu, parpol pendukung Jokowi-Maruf ternyata relatif lebih banyak yang menyoal hasil Pemilu dibandingkan dengan parpol pendukung Prabowo-Sandi.

Padahal, ketidapuasan terhadap hasil pemilu selama ini lebih sering disuarakan oleh partai-partai pendukung 02. Parpol-parpol pendukung 01 selama ini justru lebih sering menepis adanya dugaan pelanggaran atau kecurangan Pemilu.

"Terkait hal itu, pandangan yang mengatakan bahwa derajat kecurangan pemilu antara di pileg dan pilpres berbeda, mungkin juga ada benarnya. Pada waktunya MK akan mengklarifikasi hal itu," demikian Said.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya