Berita

Jokow Widodo dan Rizal Ramli/Net

Publika

A Love Letter To The President (2)

SENIN, 27 MEI 2019 | 09:09 WIB

SURAT dengan judul A Love Letter To The President dari Dr. Rizal Ramli seorang tokoh bangsa sejati yang dapat melihat permasalahan bangsa secara konferhensif, pada masa dan sikon yang tepat dengan bahasa yang halus, to the point tapi juga sangat  tajam.

Dalam hukum Islam, ini adalah langkah yang wajib oleh seorang tokoh atau ulama saat melihat ke brutalan dari rezim sudah bersimaharajalela.

Panglima tentara Islam yang membuka Mesir (sahabat Nabi: Amru bin Ash). Seorang yg sangat patriotik, adil dan hikmah.


Setelah menguasai Mesir, hendak membangun sebuah masjid. Lokasi pembangunan masjid sangat terganggu oleh tanah milik seorang Kristen.

Amru bin Ash melobi utk membeli tanah orang Kristen tersebut dengan harga mahal, tapi pemiliknya menolak, walau berapapun yg mau di bayar oleh panglima perang.

Atas sikap si kristen yang terkesan tidak mau kerjasama dan toleran ini, maka Amru bin Ash membeli secara paksa.

Atas kejadian ini, si kristen tersebut meninggalkan Mesir menuju Madinah, bertemu dengan khalifah Umar Bin Khattab.

Setelah mendengar cerita tersebut, Umar bin Khattab membungkus sepotong tulang yang busuk lalu memberikan kepada si kristen untuk di sampaikan kepada Amru bin Ash.

Setelah Amru bin Ash menerima kiriman tulang busuk tersebut, Amru bin langsung meminta maaf kepada si kristen dan mengembalikan tanahnya.

Si kristen kaget dengan keadilan dan sikap yang penuh hikmah dari kedua pemimpin Islam tersebut, lalu si kristen itu menyatakan masuk Islam dan mewakafkan tanahnya tadi untuk pembangunan masjid.

Dengan surat itu, maka Dr. Rizal Ramli telah menunaikan satu tanggung jawab besar, dunia akhirat dalam menegur dan mengingatkan seorang penguasa. Tentang hasilnya, itu urusan Allah. Kita hanya di perintahkan untuk menyuarakan sebagai peringatan dan nasehat tentang kebenaran dan kesaraban.

Memang kelihatan secara logika pada sikon saat ini adalah sesuatu yang susah untuk di dengar, tapi itu bukan urusan manusia. Kita hanya bertugas menunaikan perintah menasehati. Urusan sampai dan tidak adalah urusan Allah.

Nabi Ibrahimn a.s. saat bertiga (bersama istri dan anak) di lembah Mekah, Allah perintahkan agar Nabi Ibrahim melaungkan perintah menunaikan Haji ke Kabah. Nabi Ibrahim bertanya: bukankah hanya kami bertiga? Ini lembah yang tiada siapa dapat mendengar seruan dari saya? Jadi bagaimana bisa tersampaikan kepada manusia?

Allah menjawab: tugas kamu (Ibrahim) hanya menyuarakan apa yang manjadi tanggung jawabmu untuk di sampaikan, adapun tentang mesej itu didengar, difahami dan diterimah oleh manusia, maka itu adalah urusan Kami (Allah).

Maka secara pribadi, saya sangat berterima kasih kepada Bang RR atas surat tersebut dan juga bersyukur karena bang Rizal Ramli telah menunaikan satu lagi tanggungjawab besar dan mendasar bahkan secara solo, mewakili para tokoh, para ulama, dan seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai ulama dan pendidik, komen saya, Bang RR adalah orang bijak, berintegrasi serta ber-empathy pada rakyat, selalu punya langkah yang tepat dan konkret.

KH. Dr. Iqbal Kliwo

Alumni Gontor menetap di Kuala Lumpur. Judul artikel ini diberi angka 2 (dua) karena judul serupa telah ditulis oleh budayawan Jaya Suprana.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya