Berita

Abraham Lunggana/Net

Nusantara

Preman Tanah Abang Disebut Perusuh Aksi 22 Mei, Ini Komentar Haji Lulung

JUMAT, 24 MEI 2019 | 16:56 WIB | LAPORAN:

Setidaknya 300 orang yang ditetapkan sebgai tersangka kerusuhan selama dua hnari, sejak 21 hingga 22 Mei 2019.

Sebagian dari perusuh itu merupakan preman Tanah Abang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyebut sebagian dari perusuh itu merupakan preman Tanah Abang. Para preman mendapat bayaran Rp 300 ribu per hari berdasarkan temuan sejumlah barang bukti seperti amplop kosong.


Tokoh masyarakat Tanah Abang, Abraham Lunggana alias Haji Lulung tak terima dengan pernyataan Kabiro Penmas Polri itu.

"Pernyataan Kadiv Humas Polri harus diuji lagi. Apa sih kriteria preman? Nggak ada tuh preman Tanah Abang," kata Haji Lulung saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (24/5).

Menurut Haji Lulung, yang terjadi di lapangan adalah masyarakat Tanah Abang justru banyak yang terkena semprotan gas air mata.

"Karena kejadiannya pas waktu sahur, warga kemudian ramai-ramai nonton di pinggir jalan yang akhirnya ikutan kena gas air mata," ujar Haji Lulung.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menuturkan, selama dua hari, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kapolres Jakarta Pusat, Kapolsek Tanah Abang serta elemen lainnya untuk bersama-sama mengamankan kawasan Pasar Tanah Abang. Karena lokasi tersebut merupakan salah satu objek vital.

Di sisi lain, kata Lulung, warga Tanah Abang juga sepakat tidak turun unjuk rasa ke gedung Bawaslu ataupun KPU pasca pengumuman pemenang Pilpres 2019.

"Kami lebih memilih menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang menangani sengketa Pilpres," pungkas politisi PAN ini seperti dimuat RMOL Jakarta (RMOL Network).

Kericuhan sepanjang 21 hingga 22 Mei terjadi di sejumlah titik yakn i kawasan Bawaslu, Jati Baru Tanah Abang, asrama polisi di Petamburan dan Gambir.

Polisi menyatakan empat dari ratusan tersangka persuhu dipastikan positif narkoba. Keempat tersangka itu berinisial RIL, RI, YO, dan NH.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya