Berita

Foto: Net

Politik

Tanpa Audit Forensik, GPP-Tanpa Kecurangan Jabar Serukan Tolak Hasil Pilpres 2019

MINGGU, 19 MEI 2019 | 10:21 WIB | LAPORAN:

Gerakan Peduli Pemilu Tanpa Kecurangan (GPP-Tanpa Kecurangan) Jawa Barat merasa praktek Pemilu tahun 2019 tidak menunjukkan konsistensi pelaksanaan yang jujur dan adil.

Sehingga, di sana sini terjadi kecurangan yang dinilai terstruktur, sistematik, masif, dan brutal seperti dalam pemberitaan berbagai media sosial maupun media elektronik.

GPP-Tanpa Kecurangan sangat meragukan kebenaran penghitungan suara KPU mengingat banyaknya kesalahan input yang diakui oleh penyelenggara Pemilu itu sendiri.


Demikian pernyataan sikap tertulis GPP-Tanpa Kecurangan Jabar yang diterima redaksi, pagi ini (Minggu, 19/5).

Sementara itu, upaya melaporkan kecurangan kepada pihak Bawaslu atau lainnya telah dilakukan, akan tetapi hingga kini belum terasa ada langkah korektif yang signifikan. Karenanya timbul skeptisme bahwa Pemilu saat ini dijalankan dengan tidak jujur, dan adil;

Atas dasar hal-hal tersebut di atas, GPP-Tanpa Kecurangan Jabar mendesak KPU untuk menghentikan publikasi hasil penghitungan suara serta menunda pengumuman akhir.

GPP-Tanpa Kecurangan Jabar juga mendesak pihak pasangan calon beserta koalisi pendukungnya menolak hasil penghitungan dan penetapan Presiden-Wakil Presiden apabila tanpa didahului oleh audit forensik dan menghitung ulang secara jujur. Hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kecurangan.

Bawaslu pun dituntut memeriksa dan menindaklanjuti laporan kecurangan yang terjadi secara serius dan transparan atas dasar tanggung jawab kepada rakyat, bangsa, dan Tuhan Yang Maha Esa serta berani untuk mendiskualifikasi pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden yang diuntungkan dari hasil kecurangan.

Kepada aparat keamanan khususnya pihak  kepolisian, GPP-Tanpa Kecurangan meminta bertindak netral dalam melaksanakan tugas dan kewajiban menjaga keamanan dari proses Pemilu 2019. Termasuk menindaklanjuti temuan atau laporan kecurangan yang berhubungan dengan kompetensi dan ruang lingkup tugas dan kewajibannya, serta tidak melakukan kriminalisasi kepada tokoh, ulama atau pihak lainnya yang mengkritisi pelaksanaan Pemilu.

"Menyerukan kepada masyarakat untuk terus mengawal dan melawan berbagai bentuk kecurangan Pemilu yang dinilai telah merusak martabat bangsa Indonesia dan terus memperjuangkan kebenaran, kejujuran dan keadilan sebagai wujud pertanggungjawaban kepada Allah SWT," demikian GPP-Tanpa Kecurangan Jabar disertai daftar 374 nama para tokoh masyarakat, cendekiawan, emak-emak, dan kaum milenial.

Jumat (17/5) lalu, massa GPP-Tanpa Kecurangan Jabar berunjuk rasa di depan Gedung Sate dan Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung.

Para pengunjuk rasa yang didominasi kaum ibu dan pemuka agama itu berjalan kaki dari Masjid Istiqamah di Jalan Taman Citarum, menuju depan Gedung Sate, dan akhirnya di kantor DPRD Jabar untuk beraudiensi dengan anggota dewan.

Sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan dan kritik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019, mereka membawa dan mengacungkan kartu merah, sebagai tanda protes dan simbol bahwa telah terjadi pelanggaran dalam Pemilu 2019.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya