Berita

Ray Rangkuti/Net

Politik

Ray Rangkuti: Tidak Perlu Ada Aksi Tandingan 22 Mei

SABTU, 18 MEI 2019 | 22:30 WIB | LAPORAN:

Aksi penolakan terhadap hasil pemilu merupakan hal yang biasa dalam iklim demokrasi di Indonesia.

Atas alasan itu, Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti mengaku tidak masalah dengan adanya aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang akan digelar pada 22 Mei mendatang.

Menurutnya, aksi itu merupakan riak-riak biasa yang terjadi dalam dinamika kebangsaan.


“Memang tradisi kultur demokrasi masih begitu. Tapi memang harus terus diingatkan bahwa tidak boleh memang menyelesaikannya di jalanan atau  demonstrasi," jelasnya di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5) malam.

Dia hanya berpesan agar unjuk rasa dilakukan dengan baik dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Kepada kubu yang menerima hasil pengumuman KPU, Ray menyarankan untuk tidak melakukan aksi tandingan. Sebab, aksi penolakan diyakini akan berhenti dengan sendiri seiring berjalannya waktu.

“Sepanjang pengalaman kita, yang biasa hadapi pemilu langsung dengan pilkada-pilkada itu selesai dengan waktu saja. Oleh karena itu, tidak perlu ada aksi tandingan," tutupnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya