Berita

Ali Sophian (kiri)/Net

Politik

Hasil Investigasi PKS Malaysia, Ada Alamat Fiktif Dalam PSU Pos

SABTU, 18 MEI 2019 | 18:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menemukan sejumlah catatan buruk pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur.

Ketua Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Malaysia Ali Sophian mengatakan bahwa kader dan relawan PKS yang ikut menjadi saksi penghitungan di PWTC, Kuala Lumpur menjumpai banyak alamat pada amplop surat suara yang berasal dari daerah Sekinchan, Selangor.

"Uniknya, beberapa alamat itu tampak berulang dalam jumlah yang besar. Yang lebih menarik perhatian adalah alamat-alamat yang
berulang ini tidak menunjukkan sebagai sebuah alamat yang lengkap," paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5).

berulang ini tidak menunjukkan sebagai sebuah alamat yang lengkap," paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5).

Investigasi, sambungnya, telah dilakukan PIP PKS Malaysia dengan mengunjungi Sekinchan pada tanggal 17 Mei 2019.

Ali mengaku proses mengunjungi alamat-alamat di amplop yang ada di wilayah Sekichan sempat dilarang oleh petugas-petugas KPPSLN. tetapi pihak Panwaslu KL menyatakan bahwa saksi boleh melihat atau mendapatkan alamat-alamat tersebut.

Kader PKS lantas mendatangi alamat No 101 Pekan Sekinchan 45400 Sekinchan yang tertera di alamat pengiriman Pos. Dikarenakan alamat ini tidak lengkap, maka tidak ditemukan apapun dalam kunjungan.

"Sekadar catatan, pencarian menggunakan Googlemap, membawa kami ke 101, Jalan Sabak Bernam, 45300, Sekinchan,” jelas Ali.

“Kami juga mengunjungi Kantor Pos Malaysia Sekinchan yang berkode pos sama dengan alamat-alamat Sekinchan pada amplop-amplop surat suara, yaitu 45400. Kantor Pos ini beralamatkan 8, Jalan Radin, Pekan Sekinchan, 45400, Sekinchan, Selangor," papar dia.

Semestinya Surat suara yang dikirim oleh PPLN Kuala Lumpur untuk daerah Sekinchan dengan kode pos 45400 akan sampai di kantor pos ini sebelum didistribusikan.

Kemudian, tim PKS juga menginvestigasi alamat lain yang kami sempat dapatkan di hari perhitungan yaitu No 183 Jalan Radin 45400 Sekinchan. Jalan Radin ini tepat dimana Kantor Pos tadi berada.

Selama penelusuran di sepanjang jalan tersebut dan bertanya pada beberapa penduduk lokal di sekitar jalan tersebut, tim PKS tidak ada satupun yang pernah menemukan nomor 183 ataupun nomor-nomor di atas 170.

“Uniknya bila kita cari di Googlemap, maka lokasi yang diberikan adalah tepat di luar kantor pos tadi,” kata Ali.

Investigasi ini, sambungnya, menunjukkan alamat-alamat fiktif yang berpotensi meliputi ribuan pemilih hantu. Ini ditemukan di sampel kelompok penghitungan di mana satu partai yang sama bisa menang sampai lebih dari 90 persen suara.

“Sehingga bisa digunakan untuk mengidentifikasi partai mana yang telah melakukan tindak kecurangan terkait alamat-alamat fiktif ini,” pungkasnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya