Berita

Guterrest/Net

Dunia

Sekjen PBB Khawatir Kubah Beton Bocorkan Nuklir Ke Pasifik

KAMIS, 16 MEI 2019 | 23:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres menyuarakan kekhawatiran bahwa kubah beton yang dibangun abad lalu untuk menampung limbah dari uji bom atom dapat bocor dan menumpahkan bahan radioaktif ke Pasifik.

Berbicara kepada siswa di Fiji pada hari Kamis (16/5), Guterres menggambarkan struktur di Enewetak Atoll di Kepulauan Marshall sebagai semacam "peti mati". Dia mengatakan bahwa itu adalah warisan dari uji coba nuklir era Perang Dingin di Pasifik.

"Pasifik menjadi korban di masa lalu seperti yang kita semua tahu," kata Guterres, merujuk pada ledakan nuklir yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Prancis di wilayah tersebut.


Di Marshalls sendiri banyak penduduk pulau dievakuasi secara paksa dari tanah leluhur dan dimukimkan kembali, sementara ribuan lainnya terkena dampak radioaktif.

Negara pulau itu mendapatkan skor nol untuk 67 tes senjata nuklir Amerika dari 1946 hingga 1958 di Bikini dan Enewetak atolls, yangketika itu berasa di bawah pemerintahan Amerika Serikat.

Tes yang dilakukan termasuk bom hidrogen "Bravo" tahun 1954, yang paling kuat diledakkan oleh Amerika Serikat, sekitar 1.000 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima.

Guterres, yang sedang melakukan perjalanan ke Pasifik Selatan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu perubahan iklim, mengatakan penduduk kepulauan Pasifik masih membutuhkan bantuan untuk menghadapi dampak dari uji coba nuklir.

"Konsekuensi dari ini sangat dramatis, dalam kaitannya dengan kesehatan, dalam kaitannya dengan keracunan air di beberapa daerah," katanya.

"Saya baru saja bersama presiden Kepulauan Marshall (Hilda Heine) yang sangat khawatir karena ada risiko bocornya bahan radioaktif yang terkandung dalam semacam peti mati di daerah itu," jelasnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Kubah beton itu sendiri dibangun pada akhir 1970-an di Pulau Runit, bagian dari Enewetak Atoll, sebagai tempat pembuangan limbah dari uji nuklir.

Tanah radioaktif dan abu dari ledakan itu berujung di kawah dan ditutup dengan kubah beton setebal 45 cm.

Namun, kubah beton itu tidak mendapatkan perbaikan yang layak sehingga menyebabkan kekhawatiran limbah mengalir ke Pasifik.

Celah juga telah berkembang di beton setelah puluhan tahun terpapar dan ada kekhawatiran bisa pecah jika terkena topan tropis.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya