Berita

Silaturahmi Tokoh Muda Indonesia/Net

Politik

Gubernur NTB: Silaturahmi Tokoh Muda Ingin Jaga Perdamaian Indonesia

KAMIS, 16 MEI 2019 | 12:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para tokoh dan kepala daerah muda memiliki gagasan sama untuk mencegah adanya ruang yang bisa menimbulkan konflik pasca gelaran pesta demokrasi.

Kesamaan gagasan itu tampak saat para tokoh dan kepala daerah menggelar acara Silaturahmi Tokoh Muda Indonesia di Museum Kepresiden Balai Kirti Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5).

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah yang turut hadir menjelaskan bahwa para tokoh muda ingin membangun gagasan yang sama ke depan, yaitu gagasan kebangsaan kepada national building agar masyarakat Indonesia mampu berdemokrasi secara sehat.


“Kami berkumpul dan bersilaturahmi dalam berupaya untuk membangun dan menjaga perdamaian di Indonesia, seperti yang kita ketahui belum lama negara ini telah dilaksanakan pemilihan presiden Republik Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/5).

Lebih lanjut, Zulkieflimansyah berharap silaturahmi tokoh muda ini bisa terus berlanjut, sehingga dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Saya berharap setelah proses pilpres agar seluruh proses yang ada kita hormati dan kita berupaya untuk membangun komunikasi antara satu sama lain, meskipun pilihan kita berbeda pada beberapa waktu lalu, serta mempererat silaturahmi,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto yang menjadi penyelenggara silaturahmi menjelaskan bahwa acara tersebut dipenuhi energi positif dan optimistis untuk membangun Indonesia yang damai.

Sedianya, para kepala daerah yang hadir akan berkeliling Indonesia untuk menebarkan harapan optimisme kejayaan Indonesia.

“Kami menyepakati dalam menjelang 22 Mei nanti kami berusaha meminimalisir ruang-ruang yang dapat menimbulkan perpecahan bahwa kita harus berikan ruang yang terhormat bagi proses yang sedang berjalan," tekannya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya