Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

PILPRES 2019

Arief Poyuono: Kita Lihat Apakah Pemerintahan Yang Dipaksakan Akan Bertahan Lama?

Anggota Polri Dan TNI Juga Tahu Pemilu Curang
RABU, 15 MEI 2019 | 17:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintahan hasil pemilu curang pasti akan digulingkan oleh masyarakat dalam waktu yang tidak lama. Sekalipun mereka menggunakan aparat hukum dan tentara untuk melakukan tindakan refresif terhadap masyarakat yang tidak mengakui hasil Pemilu 2019.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (15/5).

Arief mengatakan, anggota Polri dan TNI juga punya akal yang sehat dan waras serta mereka juga tahu sebenarnya kalau pemilu ini memang penuh ketidakberesan mulai dari penetapan DPT dan kecurangan yang dikolabarasi antara KPU dan pemerintah yang berkuasa.


Hanya saja, lanjut dia, anggota Polri-TNI tidak akan bicara karena mereka itu patuh terhadap sumpah prajurit untuk patuh pada komandan dan atasan.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dengan tegas menyatakan tidak mengakui hasil Pemilu 2019 yang penuh dengan kecurangan oleh KPU.

"TKN tiidak perlu menyerukan kita untuk tidak melantik anggota legislatif atau DPR RI dari koalisi parpol pengusung 02 karena tidak mengakui hasil Pilpres 2019. Kita tidak akan masuk dalam parlemen periode 2019-2024 karena hasil pemilu legislatif pun penuh dengan kecurangan juga," tutur Arief.

Jadi, BPN Prabowo-Sandi mempersilakan pelantikan presiden dan wapres dari hasil pemilu curang yang tidak mereka akui hasilnya.

"Lantik sendiri presiden dan wakil presidennya. Kita lihat nanti apakah pemerintahan yang dipaksakan dengan hasil pemilu yang tidak legitimate dan penuh kecurangan akan bertahan lama alias akan diturunkan oleh masyarakat," ujar Arief.

Ditambahkan, karena hasil dan kualitas Pemilu 2019 tidak berbeda jauh dengan Pemilu 1997 pada era Orde Baru, pemerintahan yang akan datang berpotensi digulingkan dengan people power seperti pada tahun 1998.

"Selain itu juga dunia internasional dengan kita tidak mengakui hasil Pemilu 2019, maka pasti akan berdampak pada kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin yang dihasilkan dari pemilu yang curang yang tidak kita akui," tutup Arief.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya