Berita

Hairansyah/RMOL

Politik

Komnas HAM Tak Menduga Banyaknya Petugas KPPS Yang Meninggal

SELASA, 14 MEI 2019 | 16:11 WIB | LAPORAN:

Komisi Nasional (Komnas) HAM tidak menduga banyaknya jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dalm pemilu serentak 2019.

Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal, Hairansyah mengatakan, Pemilu 2014 memang ada korban jiwa, namun tidak sebanyak tahun ini.

"Kami tidak menduga sama sekali problem kematian ini sedemikian besar, karena kita tahun 2014 terjadi sebenarnya. Tapi tidak sebesar yang sekarang, nah itulah ketika jumlahnya membesar tentu ini menjadi perhatian publik dan kemudian menjadi perhatian kami," kata Hairansyah di kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).


Komnas HAM sendiri memang belum menetapkan kematian ratusan petugas KPPS ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hingga kini, Komnas HAM melalui tim investigasi yang dibentuk, terus memperdalam fakta meninggalnya para petugas KPPS dengan terjun langsung ke beberapa daerah.

"Komnas HAM dua hal yang dilakukan, pertama dasar pengaduan itu kita bisa melakukan tindakan, kedua pemantauan situasi. Nah tim pemantau pemilu ini sebenarnya sudah bekerja memang sejak sebelum pemilu dan hari H dan kemudian pascanya. Nah ini masuk kategori yang pasca sebenarnya," tutup Hairansyah.

Menurut rencana, hasil temuan tim investigasi Komnas HAM tersebut akan dipublikasikan setelah 22 Mei 2019 nanti.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya