Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Ratusan KPPS Gugur, Mbak Rachma: Mana Menkes? Kok Meneng Wae

SELASA, 14 MEI 2019 | 10:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Putri Proklamator Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

Khususnya, mengenai kasus 456 petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal selama bertugas.

Mbak Rachma, sapaan akrabnya, menilai fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab baginya, 500 nyawa yang melayang bisa dikategorikan sebagai sebuah genosida jika tidak ada titik terang apa yang sebetulnya terjadi.


"Kalau sudah di atas 5 hingga 10 orang meninggal, itu sudah genoside, pembunuhan itu," tegas Mbak Rachma di Kediamannya, Jalan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta, Senin malam (13/5).

Lebih mengherankan lagi, katanya, pemerintah seolah santai-santai saja dengan fenomena yang diklaim KPU diakibatkan karena kelelahan saat bertugas itu.

"Mana Menteri Kesehatan? Kok meneng wae (diam saja). Kan mestinya gerah ya? Lihat manusia ini bergelimpangan kaya gitu," ungkapnya.

Rachma pun menyentil soal kasus kopi racu sianida Jessica Wongso yang menewaskan Wayan Mirna. Menurutnya, kasus itu lebih menarik dari pada meninggalnya KPPS.

"Itu juga menjadi pertanyaan saya. Kasus Jessica ya, orang satu aja matinya ributnya setengah mati," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya