Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/RMOL

Politik

Dahnil Kenang Kepergian Sang Ibu Dan Cerita Soal Penjahat Seragam Kompeni

SELASA, 07 MEI 2019 | 16:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan doa atas kepergian sang ibu Nuraini Dewi.

Ibunda dari mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itunmenghembuskan nafas terakhir di Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa pagi (5/5). Nuraini Dewi meninggal dunia karena sakit.

Baru saja, Dahni lewat akun faceboknya memposting "curahan hari" terkait kepergian sang ibu menghadap Ilahi untuk selamanya.


Berikut kenangan dan doa Dahnil atas kepergian sang ibu serta cerita soal penjahat seragam kompeni:

Air Mata Mama.

Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh sahabat, saudara dan semua pihak yang telah turut memberikan perhatian dan doa atas meninggalnya Ibunda saya Nuraini Dewi, pada bulan baik ini, 1 Ramadhan 1440 H bertepatan dengan 6 Mei 2019. semoga beliau husnul khotimah.

Bila ada air mata yang paling kami takuti adalah air mata Mama. Air mata yang tumpah karena kesedihan hati. Ketika hatinya gundah gulana, maka kami seperti merasa berdosa, tak mampu menggembirakan hati perempuan yang telah melahirkan, merawat dan mengajari kami tentang hidup. Mama jarang menasehati. Mama jarang memarahi. Mama seringkali bicara dalam diam dan tangis. Dalam senyum dan tawa. Mama memberikan teladan tentang bertahan dalam kesusahan. Ia perempuan kuat. Kuat bukan karena mampu mengalahkan dan menaklukkan. Ia kuat karena mampu menjadi benteng yang kokoh tak goyah ketika semua orang tumbang karena menyerah. Ia bak benteng kesabaran hidup.

Sakit mama semakin menjadi-jadi ketika kabar fitnah menerpa saya, emosi dan pikirnya goyah, terganggu oleh seliweran fitnah di media yang ia sendiri tak pahami mengapa tega melakukannya, dalam tangisnya aku berusaha menyampaikan pesan, "mam, ini konsekuensi melawan kedzaliman, konsekuensi tak menyerah pada para penjarah, menolak kompromi dengan  seragam baru para kompeni".

Meski dalam hati terus terang, aku merekam semua wajah-wajah penjahat penebar fitnah. Mulai dari mereka yang berpura-pura tak tahu tapi melakukan fitnah kesana kemari, dan berkompromi dengan seragam baru para kompeni tsb. Sampai, sakit mama semakin menjadi-jadi, setiap telpon untuk menanyakan kabar beliau, beliau selalu balik bertanya bagaimana dengan para penjahat seragam kompeni itu, masih terus berusaha?. "Mereka akan terus berusaha sampai anin berhenti dan berkompromi mundur mam".

Pusat kejahatan di Republik ini saat ini berasal dari para seragam kompeni baru itu mam, mereka kuat memang, tapi Allah maha kuat mam. Saya mengenal baik kejahatan yang sudah dan sedang mereka lakukan mam, dari deretan kejahatan mereka, termasuk memakan korban sahabat ku mam, pejuang antikorupsi Novel Baswedan, yang sampai kini masih terus berjuang, dan aku pun tak akan berhenti berjuang bersama mam.

 Dan, sabar serta berani adalah senjata anin saat ini mam, bala bantuan Allah pasti datang, karena yakin kita yang bertauhid tak pernah kalah. Mati pasti datang mam, jadi tak ada tempat untuk takut mam.

Maka, hentikan tangis mu mam. Tersenyumlah, karena mama telah bahagia dijemput pemilik sejati kita mam, karena mama bukan milik kami dan mama telah menunaikan tanggungjawab sebagai ibu yang memberikan teladan kesabaran dan ketabahan kepada kami anak-anak mu mam. Tersenyumlah mam, kami akan hentikan tangis kami, dan berdoa selalu untuk mama, amal terbaik yang bisa kami persembahkan untuk mama adalah terus berbuat baik untuk kemanusiaan, Agama, dan Negara mam. Tersenyumlah mam...anin dan adik-adik tak akan pernah tunduk kepada jaman, apalagi sekedar tunduk kepada ancaman para pemilik seragam kompeni baru itu mam...tidak akan pernah...tidak mam. Tersenyumlah mam.

Medan, 2 Ramadhan 1440 H
             7 Mei 2019 M

Salam
Dahnil Anzar Simanjuntak (Anin)
.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya