Berita

Argo Yuwono/Net

Hukum

Berkekuatan 478 Pasukan, Ini Sasaran Operasi Pekat Jaya

SELASA, 07 MEI 2019 | 13:47 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Polda Metro Jaya beserta jajaran melaksanakan operasi kepolisian dengan sandi Pekat Jaya 2019, yang dilaksanakan selama 15 (lima belas) hari, terhitung mulai hari ini 7 Mei 2019 hingga 21 Mei 2019.

Melalui surat telegram Kapolda Metro Jaya Nomor : STR / 752 / V / OPS.1.3./ 2019 tanggal 6 Mei 2019, pelaksanaan Pekat Jaya dalam rangka cipta kondusif di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 2019.

Kekuatan Operasi Pekat Jaya 2019 total keseluruhan kekuatan 478 personel, terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya. Restro Jakpus 25 personel, Restro Jakut 25 personel, Restro Jakbar 25 personel Restro Jaksel 25 personel, Restro Jaktim 25 personel, Restro Tangerang Kota 20 personel, Res Tangerang Selatan 20 personel, Restro Bekasi Kota 20 personel, Restro Bekasi 20 personel, Resta Depok 20 personel, Resta Bandara Soetta 18 personel, Resta Pelabuhan Tanjung Priok 18 personel, Res Kepulauan Seribu 18 personel, ditambah jumlah Satgasda 199 personel.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Parbowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa Kegiatan Operasi Pekat Jaya menjerat kejahatan di jalanan dan di angkutan umum.

Sasaran operasi ini adalah segala bentuk premanisme seperti begal, jambret, copet, pemalakan, perampasan, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat.

“Sasaran Operasi Pekat Jaya 2019, pelaku kejahatan, curat, curas, curanmor, pelaku premanisme, mantan narapidana, pelaku debt colector, pelaku perjudian dan bandar judi, produsen, pengedar, dan pemakai miras, pengedar petasan, serta pelaku tindak kejahatan lain yang meresahkan masyarakat,” tambahnya di Jakarta, Selasa (7/5).

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya