Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Diputar Lagi, Jokowi Pernah Wanti-wanti Agar Pilpres Tidak Curang

SENIN, 06 MEI 2019 | 15:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Joko Widodo pernah berpidato di hadapan pendukungnya agar mencegah praktik money politic (poliyik uang) dan kecurangan pada pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres).

Viral video berdurasi 1 menit 13 detik, dimana Jokowi sapaan akrabnya, meminta pendukungnya mengawasi pelaksanaan Pilpres agar berlangsung dengan jujur.

"Saat pencoblosan ada usaha-usaha untuk curang, harus semua mengawasi. Karena percuma, dalam pencoblosan kita menang, tetapi kalau ada kecurangan, di situ hasilnya akan berbeda," kata Jokowi dalam cuplikan video itu.


Diyakini, vidoe itu direkam saat kampanye Pilpres 2014 lalu, karena Jokowi mengenakan kamaje kotak-kotak.

Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pilpres 2014, simbol kampanye Jokowi masih kamaje kotak-kotak. Berbeda dengan saat ini Pilpres 2019, Jokowi yang berstatus petahana mempopulerkan kamaje polos berwarna putih.

Kembali pada video yang viral. Jokowi berpesan agar pendukungnya mengawasi pilpres baik sebelum dan sesudah pencoblosan.

"Saya pesan semua, agar kita semuanya ikut mengawasi baik sebelum pilpres supaya tidak ada money politic, tidak ada proses-proses pemberian uang, dan setelah coblosan tidak ada kecurangan-kecurangan, entah mengaganti angka dan lain-lain," tutur Jokowi.

Kembali ditekankannya, dua hal yang perlu diingat dan perhatikan, tidak ada politik uang dan tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan pilpres.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya