Berita

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Aggus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Pengamat: Pertemuan AHY-Jokowi Mampu Dinginkan Suhu Politik

MINGGU, 05 MEI 2019 | 03:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan antara Komandan Kogasma Partai Demokrat,  Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dengan Presiden Jokowi dinilai mampu mendinginkan suasana pasca Pemilu 2019. Sebab, pertemuan keduanya dianggap ampuh meredakan suhu politik yang memanas.

Hal itu diungkapkan pengamat politik, Veri Muhlis Arifuzzaman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/5).

"Di tengah nuansa sisa-sisa panas Pilpres, pertemuan para pemimpin kekuatan politik bisa meredakan suasana," kata Veri.


Menurut Veri, apabila pasca pertemuan tersebut muncul asumsi dan tudingan yang mengarah pada dugaan bagi-bagi jatah kursi kementerian merupakan hal wajar. Sebab, sikap para petinggi partai politik sudah semestinya bersikap rasional dan menenteramkan suasana gaduh.

"Itu hal wajar, sepanjang tujuannya adalah kerukunan politik yang muaranya pada kerukunan warga dan pendukung kedua kubu. Saya rasa jatah-jatahan kursi politik model begitu bisa dipahami," jelasnya.

Direktur Lembaga Survei Konsep Indonesia ini menambahkan, agenda strategis nasional ke depan ialah menjaga persatuan dan kesatuan. Karenanya, Veri meminta kepada kedua kubu baik 01 maupun 02 menerima kekalahan dengan legowo.

"Yang kalah harus legawa dan yang menang wajib merangkul yang kalah. Merangkul yang kalah, akan merekatkan pendukung," tutur Veri.

Lebih lanjut, Veri meminta masyarakat khususnya kedua pendukung pasangan calon untuk menerima apa yang nantinya akan menjadi keputusan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, keharmonisan antar warga bangsa merupakan hal mutlak yang tidak dapat ditolerir lagi.

"Setelah rekapitulasi dan keputusan KPU keluar, siapapun yang kalah wajib mengakui hasilnya. Terpilih atau tersingkir adalah hal biasa. Semua pihak mesti saling mengakui dan saling menghormati," demikian Veri.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya