Berita

Foto:RMOL

Politik

Staf Khusus Presiden: Pemindahan Ibukota Negara Harus Dikerjakan Bersama-sama

SABTU, 04 MEI 2019 | 11:39 WIB | LAPORAN:

. Apabila pemindahan ibukota negara benar-benar terwujud, maka keputusan tersebut dan tahapan-tahapannya harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai ini hanya menjadi agenda politik di tingkat elite.

Saat ini kajian-kajian terkait pemindahan ibukota terus dibahas dan dimatangkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (disingkat Kementerian PPN (Bappenas).

"Nah, sekarang sudah ada, sudah ada kajian-kajian itu yang mungkin masih akan terus disempurnakan. Selebihnya adalah ini tidak boleh menjadi agenda elite saja. Ini tidak boleh hanya menjadi hasrat dari kelompok tertentu saja, tapi ini merupakan pantulan dari aspirasi semua pihak," jelas Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).


Dia mengajak seluruh elemen pemerintah mengambil peran dalam pengambilan keputusan ini. Dan seluruh pihak harus bergerak bersama demi kepentingan nasional ini.

"Mereka diharapkan terlibat dalam jenjang pengambilan keputusan. Sehingga nantinya ketika ini betul-betul menjadi keputusan nasional maka seluruh pihak tadi itu memiliki gerak yang sama," tandasnya.

Tentu, lanjut dia, jika ini dikerjakan secara bersama-sama maka ke depan taraf hidup masyarakat baik dalam segi ekonomi dan kesejahteraan akan menjadi berkualitas, karena semua elemen pemerintah ikut berperan dalam memindahkan ibukota.

"Memastikan bahwa Ini semua adalah kepentingan nasional dan merupakan arah kedepan pembangunan Indonesia untuk lebih memperdalam kualitas kehidupan," tutup Ahmad.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya