Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Pak Presiden, Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Meninggalnya Petugas Pemilu?

JUMAT, 03 MEI 2019 | 18:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Minimnya perhatian elite politik atas meninggalnya ratusan orang petugas Pemilu 2019 sangat disayangkan. Pasalnya, para korban dan keluarga korban tidak cukup sebatas diberikan santunan dan ucapan bela sungkawa.

Pada sisi lain, tentang penegakan hukum harus segera dilakukan dengan menangkap aktor intelektual dari kejadian ini.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman kepada redaksi, Jumat (5/3).


"Dan Pak Presiden (Joko Widodo) jangan hanya terlena atas ucapan selamat dan sukses dari para negara sahabat atas suksesnya pelaksanaan pemilu serentak, namun di sisi lain malah mengabaikan ratusan jiwa meninggal tanpa ada tindakan jelas siapa yang harus bertanggung jawab," tutur Jajat.

Menurutnya, pileg dan pilpres serentak yang telah menimbulkan bencana sepatutnya tidak hanya menjadi bahan evaluasi kedepan. Tanpa adanya tindakan kepastian hukum, makas hal itu sulit untuk menjadi efek jera.

"Pileg dan pilpres adalah ajang pesta rakyat, bukan seperti saat ini malah menjadi ajang berkabung nasional," ungkap Jajat.

Melindungi hak konstitusional dengan menjaga suara rakyat yang telah disalurkan secara langsung merupakan satu keharusan, namun melindungi rakyat dari kegagalan sistem yang diciptakan jauh lebih penting karena telah menelan ratusan jiwa meninggal.

"Sekali lagi tanpa adanya pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini maka akan menjadi catatan buruk sejarah demokrasi Indonesia," tutup Jajat.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya