Berita

Mustofa Nahrawardaya/RMOL

Politik

Buktikan Dugaan Kecurangan, BPN Tagih Rp 100 Miliar Sayembara TKN

JUMAT, 03 MEI 2019 | 17:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi secara resmi melaporkan 73.715 kesalahan pada input Sistem Hitung Suara (Situng) KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nahrawardaya menjelaskan, bukti-bukti kesalahan pada Situng KPU terjadi di setiap Provinsi dan sangat otentik sehingga sulit untuk dibantah.

Dengan begitu, Mustofa menantang balik relawan Jokowi-Maaruf Amin yang menggelar sayembara uang Rp 100 miliar bagi siapa saja yang bisa mengungkap kecurangan Jokowi.


“Ini bukti-bukti sudah kami laporkan, saya tantang pula balik sekarang. Silahkan uang 100 miliar dititipkan kepada notaris kalau memang serius ada uangnya, akan kami bagi kepada korban (KPPS) yang meninggal untuk sebagai santunan,” kata Mustofa di Media Center Bawaslu, Jakarta, Jumat (3/5).

Namun, kata Mustofa, jika uang 100 miliar itu tidak ada maka tak lain pendukung atau relawan Jokowi sama saja dengan Jokowi yang hobinya berbohong. Yang terpenting, sambung dia, BPN dan relawan lainya telah membuktikan bahwa memang benar adanya kecurangan dalam proses Pemilihan Umum 2019 ini.

“Janji adalah hutang yang pernah janji memberikan 100miliar jika kami menemukan kecurangan maka hari ini kami membuktikan dan melaporkannya resmi,” kata Mustofa.

Sebelumnya, belasan pengusaha Muslim berkumpul dan menyiapkan uang senilai Rp100 miliar. Uang bernilai fantastis itu akan diberikan ke tim Prabowo-Sandi jika mampu membuktikan kecurangan masif dari kubu Joko Widodo-Mar'uf Amin dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya