Berita

SBY dan Sinta Nuriyah/Net

Politik

Tiga Saran SBY Untuk Keluar Dari Kegaduhan

JUMAT, 03 MEI 2019 | 15:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di tengah situasi panas menanti penghitungan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dua kubu kandidat Pilpres dan pendukung menahan diri dengan menekan ego masing-masing.

"Setidaknya ada ruang dialog untuk meredam," pesan SBY di National University Hospital (NUH) Singapura, Jumat (3/5).

Pernyataan SBY disampaikan di hadapan sejumlah tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan dan tokoh masyarakat yang menjenguk istri SBY, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, yang tengah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit tersebut.


Tokoh yang menjenguk Ibu Ani antara lain Istri Presiden Gus Dur Nyai Shinta Nuriyah Wahid dan putrinya, Alissa Wahid, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Meneg BUMN Dahlan Iskan, rohaniawan Romo Benny Susetyo dan tokoh lainnya. Kedatangan tokoh-tokoh ini disambut SBY dan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) serta politisi Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

SBY kembali berpesan untuk membuka ruang dialog. Sebab bagaimanapun, persoalan akhir-akhir ini menyangkut kepentingan bangsa yang harus diutamakan.

"Tentu kita tidak bisa berharap sekali dialog akan menghasilkan suatu solusi, tapi perlu terus menerus mengedepankan upaya rekonsiliasi," ungkap SBY.

Ada tiga saran dari SBY untuk mencari jalan keluar dari kegaduhan ini. Yakni compromise; take and give dan win-win solution.

Mendengar saran SBY, Mahfud MD mengamini bahwa yang diperlukan dalam situasi seperti saat ini adalah menekan ego. Ini dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa.

"Saya berharap ada rekonsiliasi pasca Pemilihan Presiden ini," harap Mahfud.

Di luar membahas soal masalah kondisi bangsa, Mahfud dalam kesempatan ini juga mengajak rombongan berdoa bersama untuk kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono.

Soal kesehatan Ani Yudhoyono, menurut SBY, meskipun masih naik turun, tetapi perkembangannya cukup positif.

"Bu Ani ditangani oleh dokter yang profesional dan teknologi kesehatan mutakhir. Saya berterimakasih atas kunjungan ini," ungkap SBY.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya