Berita

Foto: Repro

Politik

Bila Prabowo Kalah, Partai Demokrat Akan Memberikan Saran Agar Tempat Jatuh Tidak Semakin Tinggi

JUMAT, 03 MEI 2019 | 07:53 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sebagai anggota Koalisi Adil Makmur yang mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Partai Demokrat memiliki tugas dan kewajiban tertentu.

Tugas nomor satu adalah memenangkan Prabowo dan Sandi. Dalam rangka memenangkan capres cawapres nomor 02 itu, Partai Demokrat bertugas memberikan saran dan cara agar menang.

Tugas berikutnya adalah, bila Prabowo-Sandi tidak menang, Partai Demokrat memberi saran dan cara agar tak mempertinggi tempat jatuh.


Terakhir, Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono juga memiliki tugas dan kewajiban untuk melaporkan pada rakyat mengenai perkembangan di lapangan dengan fakta yang benar.

Empat poin tugas dan kewajiban ini disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief beberapa saat lalu, Jumat (3/5), di halaman Facebook miliknya.

Pernyataan Andi Arief ini tentu tidak bergerak di ruang hampa. Patut diduga, pernyataan Andi Arief ini memiliki kaitan dengan pertemuan antara Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus H. Yudhoyono, dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kemarin sore (Kamis, 2/5).

Bila memang, kedua hal ini memiliki kaitan, patut juga bila masyarakat bertanya-tanya apakah kehadiran AHY di Istana adalah bentuk lain dari “laporan” Partai Demokrat mengenai perkembangan di lapangan pasca pemberian suara 17 April?

“Tugas Partai Demokrat dalam Koalisi Adil Makmur adalah:
1. Memenangkan Capres-Cawapres
2. Memberikan saran dan Cara agar menang
3. Jika tidak menang, memberi saran dan cara agar tak mempertinggi tempat jatuh
4. Melaporkan pada rakyat perkembangannya dengan fakta yang benar.”

Begitu bunyi posting Andi Arief. Sebelum memuat pernyataan itu, Andi Arief lebih dahulu mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan SBY didampingi sejumlah tokoh Partai Demokrat, termasuk Andi Arief, sedang berkumpul di kampus National University Hospital, Singapura, kemarin sore (Kamis, 2/5).

Masih kemarin, Andi Arief juga menginformasikan bahwa Prabowo Subianto hari ini akan membesuk Ibu Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di NUH.

Apakah dalam pertemuan antara SBY dan Prabowo nanti, Partai Demokrat juga akan menyampaikan “laporan” yang sama, yang menurut mereka sesuai fakta di lapangan?

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya