Berita

Ilustrasi Kaisar Jepang Naruhito/Amelia Fitriani

Dunia

Selangkah Lebih Dekat Dengan Naruhito, Kaisar Baru Jepang Di Era Modern

RABU, 01 MEI 2019 | 21:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang resmi memulai era baru, yakni Reiwa mulai hari ini (Rabu, 1/5), ketika Naruhito resmi naik tahta sebagai kaisar baru Jepang.

Naruhito resmi menjadi penerus kekaisaran Jepang setelah melalui upacara singkat namun sakral dan simbolis di Istana Kekaisaran di Tokyo.

Naruhito menggantikan ayahnya, Akihito yang berusia 85 tahun, yang memilih untuk turun tahta dengan alasan usia dan kesehatannya yang menurun.


Dalam pidato publik perdananya sebagai kaisar baru, pria 59 tahun itu berjanji untuk memenuhi perannya sebagai simbol negara dan persatuan.

Kaisar Naruhito juga memberikan penghormatan kepada ayahnya sambil berjanji untuk menunjukkan pengabdian yang sama kepada rakyatnya.

"(Akihito) menunjukkan belas kasih yang mendalam melalui sikapnya sendiri," katanya.

"Saya bersumpah bahwa saya akan merenungkan secara mendalam pada jalan yang diikuti oleh Kaisar Emeritus dan memenuhi tanggung jawab saya sebagai simbol negara dan persatuan rakyat Jepang," tambahnya seperti dimuat BBC.

Naruhito secara teknis menjadi kaisar pada tengah malam di hari Rabu (1/5). Namun peresmiannya baru dilakukan pada siang hari, ketika ia secara simbolis mengambil kepemilikan kerajaan suci, yakni pedang dan permata, yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Meski foto-foto upacara peresmiannya dirilis, namun harta kerajaan tidak dipamerkan. Barang-barang yang digunakan dalam upacara tersebut adalah duplikat. Karena benda asli disimpan di tempat-tempat suci di seluruh negeri dan tidak pernah terlihat.

Selangkah lebih dekat dengan Kaisar Naruhito dan istrinya Masako Owada, yang dipandang sebagai sosok yang lebih modern.

Naruhito mengenyam pendidikan di Oxford. Dalam sebuah konferensi pers pada tahun 2017, dia mengatakan bahwa seperti angin baru yang bertiup di setiap zaman, peran keluarga kekaisaran berubah di setiap zaman.

"Saya ingin belajar berbagai hal dari masa lalu sambil juga mengejar peran ideal yang harus diambil oleh Keluarga Kekaisaran di masa depan," katanya.

Naruhito diharapkan meneruskan warisan ayahnya, bekerja untuk meniru rasa kedekatan dengan publik yang telah dibangun Kaisar Akihito.

Sementara itu, Permaisuri Masako dididik di Harvard dan Oxford. Dia memiliki karier yang menjanjikan sebagai diplomat sebelum menikah.

Masako pernah mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah menerima lamaran Naruhito setelah dia mengatakan, "Kamu mungkin memiliki ketakutan dan kekhawatiran tentang bergabung dengan keluarga kekaisaran. Tetapi saya akan melindungi kamu sepanjang hidup saya,".

Kaisar dan Permaisuri dilaporkan bertemu di sebuah pesta teh dan menikah pada tahun 1993.

Mereka dikaruniai satu anak perempuan, yakni Putri Aiko yang lahir pada tahun 2001. Tetapi hukum Jepang melarang perempuan mewarisi tahta.

BBC mengabarkan, Permaisuri Masako telah berjuang untuk mengatasi kehidupan kerajaan dan tekanan untuk memiliki pewaris laki-laki.

Dia dilaporkan menderita gangguan stres, dan mengakui tahun lalu bahwa dia "tidak aman" tentang menjadi permaisuri.

Namun, dia telah berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk melayani rakyat Jepang.

Sementara itu, saudara laki-laki Naruhito, Pangeran Fumihito akan berada di urutan berikutnya setelah tahta dan diikuti oleh keponakan kaisar, Pangeran Hisahito yang masih berusia 12 tahun.

Kekaisaran memiliki peran yang penting bagi warga Jepang dan identitas Jepang itu sendiri. Ini adalah monarki herediter tertua yang berkelanjutan di dunia.

Di masa lalu, kaisar Jepang dipandang sebagai dewa, tetapi Kaisar Hirohito, kakek Naruhito, secara terbuka meninggalkan sigar keilahiannya di akhir Perang Dunia II, sebagai bagian dari penyerahan Jepang.

Saat ini, peran kaisar sebagian besar bersifat seremonial dan kaisar dilarang membuat pernyataan politik apa pun.

Kaisar Akihito dipandang telah mendefinisikan kembali peran itu, membantu memperbaiki kerusakan reputasi Jepang setelah perang.

Kaisar sebelumnya jarang berinteraksi dengan publik, tetapi Akihito meruntuhkan penghalang antara bangsawan dan warga biasa. Kaisar Akihito dikenal karena belas kasihnya.

Dia juga mengambil peran sebagai diplomat, menjadi duta besar tidak resmi untuk Jepang dan bepergian ke luar negeri secara luas. Naruhito diperkirakan akan melanjutkan peran tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya