Berita

Prabowo Subianto dan Fadli Zon/Net

Politik

Prabowo: Hei Media, Kami Bukan Kambing Yang Bisa Kalian Atur-Atur!

RABU, 01 MEI 2019 | 17:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Calon Presiden Prabowo Subianto menyindir keberadaan media massa saat berorasi dalam peringatan hari buruh internasional yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI) di Tennis Indoor Senayan.

"Itu banyak TV ya, entah ditayangkan entah enggak gue gak tau dah. Para media hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuan kamu satu-satu," kata Prabowo di depan ribuan buruh, Rabu (1/5).

"Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan, jadi saya bicara apa adanya," lanjutnya.


Bukan tanpa alasan, kegeraman Prabowo ini lantaran banyak media massa yang belakangan terkesan tak imbang dalam memberitakan kontestasi politik, khususnya Pilpres.

Bahkan beberapa media juga sempat mendapat peringatan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait keberimbangan dalam menyajikan kampanye Pilpres 2019 kemarin.

Dalam orasi itu pula, Ketua Umum Gerindra ini juga menyebutkan bahwa media-media yang ada di Indonesia telah merusak demokrasi Indonesia.

"Buat media-media, gue salut sama lu masih berani ke sini. Akan tercatat sejarah, hei kau media-media Indonesia, kau ikut merusak demokrasi Indonesia," seru Prabowo disambut riuh massa.

Menurut Prabowo, kritikan kepada media massa perlu ia sampaikan kepada publik secara jujur agar pilar demokrasi keempat ini tak kembali tercoreng.

Sebagai pilar demokrasi keempat, media massa dituntut untuk memberitakan fakta sebenarnya dan tidak diputarbalikkan demi kepentingan tertentu.

"Gue harus bicara apa adanya dong. Yang tidak benar gue harus bilang. Yang benar kau bilang benar, jangan kau balik dan kau ingat, rakyat Indonesia mencatat. Setiap penindasan dicatat. Catat siapa yang melakukan pelanggaran, pada saatnya mereka akan bertanggung jawab," tandasnya.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya