Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Apresiasi Maaf Mahfud MD, HNW: Banyak Pahlawan Dari 4 Provinsi Yang Dimenangkan Prabowo-Sandi

RABU, 01 MEI 2019 | 10:48 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi permohonan maaf Mantan Ketua MK Mahfud MD terkait pernyataan daerah garis keras.

Hidayat, atau yang akrab disapa HNW menilai, permohonan maaf Mahfud baik. Pasalnya, Prabowo-Sandi tidak hanya menang di provinsi yang disebutkan oleh Mahfud.

Diketahui sebelumnya, Mahfud MD dalam salah satu wawancara dengan stasiun televisi nasional menyebut provinsi yang dimenangkan Prabowo-Sandi sebagai daerah yang dulunya garis keras secara agama.


Daerah yang dimaksud Mahfud di antaranya ada Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat hingga Sulawesi Tengah.

"Permintaan maaf Prof @mohmahfudmd bagus disampaikan. Karena faktanya Prabowo juga menang di luar 4 provinsi itu," tulis HNW di Twitter, Rabu (1/5).

Sementara empat provinsi yang secara khusus disebutkan, kata HNW, merupakan daerah yang melahirkan banyak tokoh besar dan berjasa bagi NKRI.

"Di 4 provinsi itupun dari dulu juga dominan Ormas Islam Moderat, ada Pahlawan Nasional yang dengan Daerah Modal, PDRI, Mosi Integral, Pasukan Siliwangi dll, berjasa untuk eksisnya NKRI.

Diwartakan sebelumnya, Mahfud MD menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait istilah garis keras ini. Permohonan maaf disampaikan dalam program Catatan Demokrasi TVOne, Selasa (30/4).

Menurut Mahfud, garis keras yang dimaksudnya bermakna positif. Kalimat itu menunjukkan sikap komitmen dan konsisten terhadap nilai-nilai yang diyakini, serta jauh dari kata radikal.

"Tapi maaf kalau ada yang mengartikan lain, saya minta maaf. Tetapi artinya sebenarnya itu," tegas Mahfud.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya