Berita

Salah satu gereja yang menjadi lokasi teror bom Minggu paskah di Sri Lanka/Net

Global

Kedatangan Wisatawan Ke Sri Lanka Turun 50 Persen Pasca Teror Bom Minggu Paskah

SELASA, 30 APRIL 2019 | 07:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kedatangan wisatawan di Kolombo akan turun 50 persen selama dua bulan ke depan setelah teror bom Minggu Paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang pada 21 April lalu.

Begitu kata Ketua Biro Pariwisata Sri Lanka Kishu Gomes awal pekan ini.

"Kedatangan wisatawan di daerah-daerah di luar Kolombo kemungkinan akan turun sekitar 30 persen sebagai akibat dari serangan itu," kata Gomes, seperti dimuat Reuters.


Dia menambahkan, Sri Lanka menghadapi pendapatan wisata yang hilang sekitar 750 juta dolar AS tahun ini.

Sementara itu, Kepala eksekutif SriLankan Airlines, Vipula Gunatilleka mengatakan bahwa maskapai itu mengalami peningkatan pembatalan 10 persen minggu lalu. Jumlah itu diperkirakan masih akan meningkat.

Runtuhnya sektor pariwisata setelah serangan terhadap gereja dan hotel di Minggu Paskah lalu akan memberikan pukulan hebat bagi ekonomi dan pasar keuangan negara itu. Hal tersebut berpotensi memaksa Sri Lanka untuk mencari bantuan lebih lanjut dari Dana Moneter Internasional.

Pariwisata adalah sumber mata uang asing terbesar ketiga dan tumbuh paling pesat di Sri Lanka tahun lalu, setelah pengiriman uang pribadi dan ekspor tekstil dan garmen.

Pariwisata menyumbang hampir 4,4 miliar dolar AS atau 4,9 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2018.

Gomes mengatakan biro pariwisata telah menargetkan 2,5 juta pengunjung pada 2019. "Kami mungkin akan mencapai sekitar 2 juta," kata Gomes.

"Kami sedang mencari memberikan beberapa konsesi kepada industri agar mereka dapat mempertahankan kelangsungan hidup mereka untuk beberapa bulan ke depan," sambungnya.

Gomes mengatakan, kepercayaan diri bisa kembali jika militer mampu memberikan jaminan keamanan.

"Jika militer dapat keluar selama beberapa hari ke depan dan membuat pernyataan yang kuat sehubungan dengan keamanan pada saat itulah kami jelas akan menawarkan sedikit kepercayaan diri dan mencoba dan bekerja melawan antisipasi itu," tutupnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya