Berita

Carles Puogdemont/Net

Dunia

Spanyol Larang Pemimpin Separatis Catalunya Ikut Pemilu

SELASA, 30 APRIL 2019 | 00:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komisi Pemilihan Spanyol melarang mantan pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Parlemen Eropa pada Mei mendatang.

Larangan itu diumumkan Komisi Pemilihan Spanyol awal pekan ini (Senin, 29/4), sehari setelah pemilihan umum di mana separatisme di kawasan itu telah menjadi isu penting.

Puigdemont diketahui melarikan diri dari Spanyol pada tahun 2017 setelah Madrid memberlakukan pemerintahan langsung di Catalunya yang secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan. Puigdemont kini tinggal di Belgia.


Puigdemont dan dua kandidat pengasingan lainnya dari partai Junts per Catalunya mengatakan dalam sebuah pernyataan, komisi itu menguatkan banding terhadap pencalonan mereka yang diajukan oleh Partai Rakyat konservatif dan Ciudadanos kanan-tengah.

Namun, surat kabar El Pais mengutip keputusan Komisi Pemilihan Spanyol, menyebut bahwa partai Catalunya memiliki waktu singkat untuk mengubah daftar pemilihannya.

Hal itu didasarkan pada fakta bahwa mereka tidak terdaftar sebagai warga negara Spanyol yang tinggal di luar negeri.

Puigdemont, Clara Ponsati dan Toni Comin menyebut putusan itu sebagai pelanggaran mencolok atas hak-hak mereka dan merupakan bukti kolusi antara pengadilan, yang harus independen, dan kepentingan politik tertentu.

Dimuat The Guardian, mereka berjanji untuk mengambil tindakan hukum di Spanyol dan Eropa.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya