Berita

PM Pakistan/Net

Dunia

Seragamkan Standar, Pemerintah Ambil alih 40 Ribu Madrasah

SELASA, 30 APRIL 2019 | 00:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pakistan berencana untuk mengambil kendali jaringan lebih dari 30 ribu madrasah di negara itu. Langkag itu diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengarusutamakan sekolah-sekolah Islam dengan membawa mereka ke bawah kendali negara.

Memodernisasi pendidikan madrasah adalah masalah pelik di Pakistan. Pemerintah baru Pakistan menghadapi tekanan dari kekuatan global untuk bertindak terhadap kelompok-kelompok militan yang melakukan serangan di India dan Afghanistan.

Sedangkan bibit radikalisme kerap kali disalahkan pada madrasah yang memberikan pendidikan agama. Terlebih, madrasah memberikan layanan pendidikan bagi warga miskin Pakistan.


Pemerintah Pakistan sendiri telah berjanji untuk melakukan reformasi besar dalam pendidikan madrasah. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan juga telah berjanji bahaa bangsa Asia Selatan itu tidak akan lagi mentolerir

Para pengkritik sistem pendidikan madrasah mengatakan bahwa anak-anak yang bersekolah di sana menghabiskan sebagian besar hari menghafal Al-Quran. Mereka sering tidak diperkenalkan dengan dunia modern. Bahkan beberapa madrasah bertindak sebagai tempat berkembang biaknya militan.

"Pemerintah Pakistan telah memutuskan bahwa madrasah ini akan diarusutamakan," kata jurubicara militer Pakistan, Jenderal Asif Ghafoor awal pekan ini.

"Pendidikan Islam akan terus diberikan tetapi tidak akan ada pidato kebencian," kata Ghafoor menambahkan.

Dia mengatakan bahwa sekolah-sekolah agama akan datang di bawah bidang pelayanan pendidikan dan memasukkan mata pelajaran lain ke dalam silabus mereka.

Ghafoor mengatakan Pakistan akan membayar madrasah dengan mengalihkan uang tunai ke pendidikan dari biaya operasi keamanan anti-terorisme.

Bulan lalu, pemerintah Pakistan mengumumkan telah mengambil kendali atas 182 sekolah agama dan menahan lebih dari 100 orang sebagai bagian dari dorongan terbesarnya terhadap kelompok-kelompok yang dilarang.

"Kami ingin mengakhiri kekerasan ekstremisme di Pakistan dan itu hanya akan terjadi ketika anak-anak kami memiliki pendidikan dan peluang yang sama," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya