Berita

Xi Jinping di KTT Sabun Dan Jalan/Reuters

Dunia

Xi Jinping Umumkan 64 Miliar Dolar AS Kesepakatan Baru Inisiatif Sabuk Dan Jalan

SABTU, 27 APRIL 2019 | 23:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden China Xi Jinping memuji kesepakatan bernilai lebih dari 64 miliar dolar AS yang ditandatangani selama KTT Belt and Road (BRI) China di Beijing pekan ini.

Di momen tersebut, Xi berusaha meyakinkan negara-negara rekanan bahwa proyek tersebut akan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi semua yang terlibat.

Xi mengatakan prinsip-prinsip pasar akan berlaku di semua proyek kerja sama Belt and Road yang menghubungkan China dengan Asia dan Eropa akan menghasilkan pembangunan hijau dan berkualitas tinggi.


"Semakin banyak teman dan mitra akan bergabung dalam kerja sama Belt and Road," katanya dalam penutupnya (Sabtu, 27/4).

"Kerjasama ini akan menikmati kualitas yang lebih tinggi dan prospek yang lebih cerah," tambahnya.

Xi dan pejabat tinggi Tiongkok lainnya berulangkali berusaha meyakinkan mitra dan calon peserta pekan ini bahwa Beijing tidak bermaksud membebani mereka dengan utang tinggi dan ingin BRI menguntungkan semua pihak yang terlibat.

Komunike bersama yang dikeluarkan pada akhir KTT mengatakan bahwa para pemimpin telah sepakat untuk memproyeksikan pembiayaan yang menghormati tujuan utang global dan mempromosikan pertumbuhan hijau.

Dalam pernyataan terpisah, China mengatakan pihaknya menandatangani nota kesepahaman dengan berbagai negara termasuk Italia, Peru, Barbados, Luksemburg, Peru dan Jamaika.

"Semua ini menunjukkan bahwa kerja sama Belt and Road selaras dengan perkembangan zaman, didukung secara luas, orang-orang terpusat dan bermanfaat bagi semua," kata Xi seperti dimuat Reuters.

Data dari Refinitiv menunjukkan, nilai total proyek dalam skema tersebut mencapai 3,67 triliun dolar AS, yang mencakup negara-negara di Asia, Eropa, Afrika, Oceania, dan Amerika Selatan.

Xi tidak merinci jenis-jenis kesepakatan yang ditandatangani minggu ini. Tetapi pada hari Jumat (26/4), regulator aset negara China mengatakan bahwa setidaknya 17 perusahaan milik pemerintah pusat, termasuk perusahaan seperti China Railway Construction Corp dan Mengniu Dairy, menandatangani kesepakatan di KTT Belt dan Road.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya