Berita

Foto: Net

Politik

Pemilu 2019 Telan Biaya Fantastis Tapi Curang, Ombusdman Harus Periksa KPU Dan Bawaslu

JUMAT, 26 APRIL 2019 | 21:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ombudsman harus turun tangan memeriksa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Koordinator Koalisi Masyarakat Pemilih Anti Kecurangan (Kompak), Hans Suta Widhya mengatakan, Ombudsman selaku lembaga tinggi negara yang memiliki wewenang untuk membongkar praktek dugaan penyalahgunaan wewenang kedua penyelenggara Pemilu itu.

"Ombudsman RI harus periksa KPU dan Bawaslu. Baik kinerja KPU maupun Bawaslu sudah menelan anggaran APBN senilai 25 triliun," kata Hans dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/4).


Sebab, lanjut dia, alokasi anggaran yang digelontorkan negara untuk Pemilu tahun 2019 ini terbilang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 2,5 triliun lebih. Namun, Pemilu kali ini dinilai banyak terjadi kecurangan yang sistematis.

"Ombudsman Republik Indonesia hendaknya membongkar kejahatan struktural, massif, dan berkelanjutan," tegas Hans.

Menurut Hans, sudah sepatutnya Ombudsman turun tangan untuk menyudahi kegaduhan ini dan mencegah konflik horizontal di tengah masyarakat.

"Ombudsman RI harus segera turun tangan," Hans kembali menekankan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya