Berita

Vladimir Putin/Net

Dunia

Kim Jong Un Segera Temui Vladimir Putin, Bukti Korut Tidak Terisolasi

SELASA, 23 APRIL 2019 | 22:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rencana pertemuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat ini membuka kembali keakraban "kawan lama".

Hubungan Korea Utara dan Rusia diketahui berakar pada sejarah yang kuat. Di masa Uni Soviet, Korea Utara adalah adalah sekutu dekat. Uni Soviet bahkan kerap menawarkan kerjasama ekonomi, pertukaran budaya dan bantuan. Uni Soviet juga lah yang memberi Korea Utara pengetahuan awal tentang nuklir.

Tetapi sejak runtuhnya Uni Soviet, hubungan Korea Utara dengan Rusia tidak sedekat sebelumnya. Dengan ikatan ideologis yang melemah, tidak ada alasan untuk perlakuan dan dukungan khusus.


Profesor Andrei Lankov dari Universitas Kookmin Seoul seperti dimuat BBC menjelaskan, bahwa hubungan Korea Utara dengan Rusia mulai kembali mendekat sejak awal 2000an di mana mulai terjadi keterasingan bertahap Rusia dengan Barat.

Moskow kemudian mendapati dirinya mendukung negara-negara berdasarkan logika lama.

"Bahwa musuh dari musuh saya adalah teman saya," jelas Profesor Lankov, seperti dimuat BBC.

Pertemuan bilateral Korea Utara-Rusia terakhir dikakukan pada tahun 2011, ketika Presiden Dmitry Medvedev bertemu ayah Kim, Kim Jong-il.

Hubungan Korea Utara dan Rusia masuk akal secara geografis. Pasalnya, Korea Utara dan Rusia berbagi perbatasan pendek tidak jauh dari kota pelabuhan penting Rusia Vladivostok.

Menurut kementerian luar negeri Rusia, ada juga sekitar 8.000 pekerja migran Korea Utara yang bekerja di Rusia.

Profesor Lankov lebih lanjut menilai, KTT Hanoi antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang gagal Februari lalu merupakan hasil yang tidak diharapkan oleh kepemimpinan Korea Utara. Negara itu berharap ada kompromi yang disetujui dan berimbas pada pelonggaran sanksi internasional.

"Sanksi internasional mulai berlaku dan tanpa perubahan posisi Amerika Serikat, sangat tidak mungkin Korea Utara akan dapat memperoleh bantuan sanksi dan meningkatkan perdagangan dengan dunia luar," kata Profesor Lankov.

Oleh karena itu, Korea Utara berupaya mencari alternatif lain yang mungkin bisa membantu dalam mencapai tujuan itu. Rencana pertemuan dengan Putin bisa menjadi salah satu cara.

Sementara itu, Alexey Muraviev, associate professor di Curtin University di Perth, Australia, menilai bahwa rencana pertemuan Kim dan Putin merupakan cara Korea Utara menunjukkan kepada Amerika Serikat bahwa mereka tidak terisolasi.

"Jika mereka dapat menunjukkan bahwa kekuatan besar masih mendukung mereka, ini akan memberi mereka daya tawar tambahan untuk berbicara dengan Amerika Serikat dan China," jelasnya.

Belum ada konfirmasi resmi soal kapan dan dimana pertemuan antara Kim dan Putin akan dilakukan. Namun spekulasi yang berkembang menyebut bahwa Kim dan Putin akan bertemu di pelabuhan Vladivostok di Rusia timur.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya