Berita

Abdullah Azwar Anas/Net

Nusantara

Diundang Rapat Presiden, Bupati Anas: Pusat Ingin Kebut Pembangunan Daerah

SELASA, 23 APRIL 2019 | 21:38 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menggelar rapat bersama sejumlah bupati di Istana Bogor, Selasa (23/4). Rapat digelar untuk mengakselerasi pembangunan berdasarkan aspirasi dari berbagai daerah.

“Ya tadi Pak Jokowi mengundang para kepala daerah. Seperti biasa, beliau selalu mendengarkan aspirasi daerah. Pemerintah pusat ingin pembangunan daerah semakin cepat, sehingga pertumbuhan dan pemerataan bisa semakin bagus,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai rapat tersebut.

Anas mengatakan, rapat juga diikuti sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menseskab Pramono Anung, dan Mensesneg Pratikno.


“Sehingga setiap aspirasi daerah bisa langsung dibahas bersama menteri terkait. Daerah-daerah merasa senang karena pemerintah pusat selalu welcome dengan aspirasi daerah. Tidak Jakarta-sentris, tidak memandang persoalan daerah dari sudut pandang Jakarta saja. Ini membuat ekonomi daerah cepat bergeliat,” papar Anas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya pengembangan kereta gantung di destinasi Kawah Ijen, pembukaan akses Kawah Ijen dari Situbondo, dan perbaikan akses Kawah Ijen dari Bondowoso.

“Presiden selalu menekankan pentingnya kluster pembangunan. Tidak bisa daerah berjalan sendirian. Sehingga atas usul teman-teman Situbondo dan Bondowoso, kami juga sampaikan soal bagaimana Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso bisa berkembang bersama, antara lain lewat pariwisata,” papar Anas.

Selain itu, Anas mengusulkan pelebaran jalan menuju kawasan Pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali.

“Sekarang dengan lalu lintas yang semakin padat, perlu jalan yang lebih lebar. Apalagi nanti itu tak jauh dari Tol Trans Jawa yang seera tembus ke Banyuwangi,” ujarnya.

“Double track kereta api Surabaya-Banyuwangi juga bisa menjadi opsi untuk mengakselerasi ekonomi di wilayah Tapal Kuda. Kami juga menyampaikan aspirasi terkait penuntasan Jalan Lintas Selatan sebagai upaya mengurangi kesenjangan antara wilayah pantai utara dan pantai selatan di sepanjang daerah di Jatim, termasuk Banyuwangi,” imbuhnya.

Menurut Anas, rapat berjalan dengan dialogis dan konstruktif.

“Presiden Jokowi sangat antusias berdialog dengan teman-teman daerah. Model komunikasi Presiden Jokowi ini membuat teman-teman kepala daerah semakin bersemangat berinovasi mengembangkan daerahnya,” pungkas Anas. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya