Berita

Foto/Net

Bisnis

Bank BTN Rogoh Kocek 114 Miliar

Beli 30 Persen Saham Anak Usaha PNM
SELASA, 23 APRIL 2019 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Satu per satu, target ekspansi Bank Tabungan Negara (BTN) terwujud. Kali ini, bank pelat merah itu membeli 30 persen saham Permodalan Nasional Madani (PNM) pada Permodalan Nasional Madani Invesment Management (PNMIM). Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik Rp 50 triliun dari pengelolaan dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

 Kemarin, tepatnya di lantai 21 Gedung Kementerian BUMN, kedua belah pihak berkumpul. Mereka menandatangani Perjan­jian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA). Detailnya, BTN membeli 33 ribu lembar saham senilai Rp 114,3 miliar.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengakui, aksi ini sudah ada dalam Rencana Bis­nis Bank (RBB) periode 2019-2021. "Kami ingin memperluas cakupan bisnis. Terutama untuk meningkatkan kinerja bisnis dan menyukseskan Program Satu Juta Rumah," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Menurutnya, kehadiran anak usaha tersebut, BTN bisa lebih leluasa menghimpun dan me­nyediakan dana murah jangka panjang. Harapannya, dapat memberikan skema pembayaran perumahan yang lebih terjang­kau bagi masyarakat. Alhasil, semakin banyak yang memiliki rumah.

Maryono juga pede, aksi ini bisa meningkatkan pendapatan nonbunga (fee based income) BTN. Pasalnya, perseroan berencana menjual berbagai produk investasi. Seperti reksadana, Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Efek Beragun Aset (EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE). Juga akan menjajakan aneka produk wealth management yang akan ditawar­kan kepada para nasabah BTN Prioritas.

Namun di balik itu semua, dia menyebut, akuisisi PNMIM seba­gai bentuk sinergi antar BUMN. "Kami juga melihat PNMIM mencatatkan kinerja keuangan yang baik yang dapat mendukung bisnis utama BTN di bidang pem­biayaan perumahan," tuturnya.

Rencana pembelian saham PNMIM ini akan segera disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan diharapkan rampung Juni 2019. Lewat aksi korporasi ini, BTN juga mem­bidik Rp 50 triliun dari Tapera. Kata Maryono, kinerja PNMIM sangat memuaskan. Terbukti be­rada di peringkat 26 dengan dana kelola mencapai Rp 8 triliun.

Dia mengatakan, dengan pengambilalihan saham ini produk PNMIM akan semakin luas termasuk mencakup sektor perumahan. Pasalnya, Bank BTN sendiri merupakan Bank plat merah yang memang fokus menyalurkan kredit peruma­han. "Pertama bisa mengelola dana yang dikelola Tapera yang jumlahnya begitu banyak yang sehingga kalau kita punya IM sendiri potensi IM PNM ini akan lebih cepat berkembangnya," tuturnya.

Maryono menegaskan, dana Rp 50 triliun tersebut belum termasuk pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang memang juga menjadi fokus BTN. "Hitung-hitungan kasar, dana kelola Tapera itu sekitar Rp 114 triliun kalau menggunakan seluruh Indonesia. Kalau dari Rp 114 triliun kalau kita punya IM, kita bisa mendapatkan dana kelola itu Rp 50 triliun. Belum termasuk membiayai KPR nya," jelasnya.

Maryono pede dana tersebut bisa membiayai KPR bersubsidi maupun nonsubsidi. Hitungan dia, jika harga satu rumah Rp 150 juta, setidaknya ada 3 juta yang bisa dikelola. Sehingga, sangat besar potensi pengelolaan dana tersebut.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyebut, dengan akuisisi ini diharapkan usahanya bisa ikut berkontribusi di sektor perumahan, terutama perumahan rakyat. "Jadi ini melengkapi sinergi BUMN, antara BTN den­gan PNM. Harapannya PNM IM bisa lebih profesional dan me­layani masyarakat," katanya.

Selain itu, Arief menegaskan, masuknya BTN ke PNM IM tak banyak mengubah rencana peru­sahaan sebelumnya. Hanya saja, akuisisi ini justru bakal meningkatkan pendapatan bagi induk usaha, yakni PNM. "Perubahan tentu ada, tapi yang jelas ikut menambah laba perusahaan," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya