Berita

ISIS/Net

Dunia

Serangan Padang Pasir, Militan ISIS Bunuh 35 Pasukan Suriah

SABTU, 20 APRIL 2019 | 23:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militan kelompok ISIS kembali membuat geger dengan membunuh 35 pasukan pro-pemerintah Suriah dalam serangan di gurun dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu diungkapkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Sabtu, 20/4).

Kelompok pengawas yang berbasis di Inggris itu mengatakan, para gerilyawan tersebut menyerang provinsi Homs dan Deir al-Zour.


Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, militan ISIS telah membunuh 27 pasukan pemerintah dan sekutu milisi di gurun di timur provinsi Homs sejak Kamis pekan ini.

Sementara itu, delapan lainnya tewas di provinsi Deir al-Zour pada Kamis malam.

Kepala observatorium Rami Abdel Rahman menggambarkannya sebagai serangan terbesar dan korban tewas tertinggi di antara pasukan rezim sejak kekhalifahan dinyatakan dikalahkan

Setidaknya enam militan ISIS juga tewas dalam bentrokan itu.

Serangan itu dilaporkan terjadi setelah sebelumnya ada laporan bahwa sejumlah militan ISIS melarikan diri ke padang pasir dari Baghuz yang merupakan benteng terakhir mereka.

Daerah itu telah dinyatakan "dibebaskan" oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada 23 Maret lalu.

Meskipun deklarasi tersebut menandai kemenangan teritorial terakhir atas kekhalifahan kelompok itu, namun para ahli memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti akhir dari ISIS atau ideologinya.

Ribuan pejuang dan keluarga mereka ditangkap dari Baghuz, termasuk warga negara asing, tetap di kamp-kamp di dekatnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya