Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Hasto Anggap Situng Cuma Kesalahan Teknis, Demokrat: Mungkin Dia Diuntungkan

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 17:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto soal kesalahan input sistem penghitungan surat suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak wajar.

"Ini aneh bagi kita mengapa Hasto tampil menjadi pembela KPU," ujar Ketua Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/4).

Ferdinand menyebut seharusnya Hasto bisa lebih kritis terhadap KPU. Pasalnya, salah hitung di sistem KPU pada akhirnya akan berpengaruh pada kualitas hasil Pemilu 2019.


Dugaan lainnya, kata Ferdinand, mungkin saja Hasto melihat ada keuntungan lain yang bisa diambil jika kesalahan situng KPU tersebut tetap dibiarkan tanpa perbaikan.

"Saya pikir Hasto merasa diuntungkan dari peristiwa kesalahan ini karena menambah suara pasangan Jokowi-Maruf," tukasnya.

Sebelumnya, viral tangkapan layar perbedaan hasil perhitungan C1 yang diunggah akun bernama Seyo Tuhu @SetyoTu39451344. Unggahan itu lantas di-retweet akun Twitter milik Partai Gerindra @Gerindra.

Dalam form C-1 Plano tercantum pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin memperoleh 26 suara, dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat 141 suara. Namun pada Situng KPU, Jokowi-Maruh tertera 26 suara, sementara Prabowo-Sandi hanya 41 suara.

Atas hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut kesalahan itu adalah soal teknis dan wajar terjadi.

"Ya kesalahan aritmatik teknis. Itu kan semua bisa diperbaiki," kata Hasto di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya