Berita

Anggota Parlemen Negara Sahabat/RMOL

Politik

Pantau Pencoblosan, Negara Sahabat Salut Dengan Pemilu Serentak Indonesia

RABU, 17 APRIL 2019 | 12:21 WIB | LAPORAN:

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengundang delegasi parlemen dari negara sahabat seperti untuk memantau berlangsungnya pemungutan suara pemilu di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS), salah satunya TPS 01 Widya Chandra, Senayan, Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (17/4).

Negara sahabat yang diundang di antaranya Turki, Malaysia, Pakistan, Rusia, dan dua organisasi internasional seperti Organisasi Konferensi Islam dan Westminster Foudation for Democracy (WFD), Inggris.

Anggota Parlemen Malaysia Hassan Abdul Karim mengatakan, dirinya hadir mewakili konstituensi Pasir Gudang di Johor yang dipilih oleh Parlemen Malaysia untuk memantau proses pemungutan suara.


Dalam pantauannya tersebut, Hassan menilai proses Pemilu 2019 sangat luar biasa, terbesar dan tidak mudah dilakukan untuk Indonesia yang begitu luas.

"Kami excited (gembira). Ini terbesar, kompleks, tak mudah, wilayah yg begiru besar. Apalagi ini pemilihan presiden dan parlemen. Ini satu bagi kami bersejarah, ini pertama yang serentak yang ke-12. Ini satu amanat demokrasi yang ketiga terbesar, dari India, AS. Ini dibuat satu hari," ungkap Hassan di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Hassan juga mengatakan tidak jauh berbeda  proses pemilu Indonesia dan juga di Malaysia, yakni ia tidak melihat adanya pengamanan yang masif sehingga masyarakat diandalkan untuk mengendalikan situasi keamanan.

"Banyak yang menarik yang dapat kami pelajari juga, kita tidak lihat polisi menjaga, tapi semua KPU, jadi ini rakyat yg mengendalikan di bawah KPU, dan ada badan seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), jadi ini sangat baik, untuk belajar," tuturnya.

"Ada istilah serangan fajar, money politic, ada berapa case, tapi ada juga penangkapan. Seorang pemilih lima menit untuk selesai, dan di sini pakai paku, di Malay pakai pensil. Di sini kertasnya besar itu perbedaan yang bukan signifikan," tuturnya

Meskipun begitu, bagi Hassan, pemilu di Indonesia sangat baik di mana per satu TPS hanya mengatur sedikitnya 300 pemilih sehingga jauh dari potensi adanya kejadian negatif.

"Tapi ini sangat bersifat rakyat, dan satu perkara yang baik, tapi TPS dia hanya kendalikan 300 undian jadi ini baik mengelakkan dari penyelewenangan, ada kawalan. Kalau di Malaysia dipanggil, TPS sampai 7 saluran, 1 saluran bisa 700 orang," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya