Berita

Hidayat Nur Wahid/RMOL

Politik

TKN Bilang Gerakan Subuh Putihkan TPS Berbahaya, BPN: Bukannya "Serangan Fajar" Yang Berbahaya

SELASA, 16 APRIL 2019 | 18:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Hidayat Nur Wahid membantah pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menilai gerakan Subuh Akbar Indonesia (SAI) Putihkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpeluang mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019.

Hidayat mengatakan Gerakan Subuh Putihkan TPS sama sekali tidak ada bahayanya. Malah, yang berbahaya adalah "serangan fajar" yang dilakukan sebelum masyarakat ke TPS.

"TKN nilai Gerakan Subuh Putihkan TPS berlebihan dan bahaya? Bukankah yang berbahaya adalah yang saat "fajar (subuh)" malah lakukan "serangan" dengan siapkan miliaran rupiah," ujar politisi senior PKS ini lewat akun twitter @hnurwahid, Selasa (16/4).


Menurut Hidayat yang juga wakil ketua MPR ini, "serangan fajar" sangat berbahaya karena merusak kedaulatan rakyat.

"(Serangan fajar) untuk membeli suara rakyat, dan merampok akal sehat dan kedaulatan rakyat," imbuhnya.

Saat jumpa pers di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (14/4) lalu, Wakil Ketua Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Maruf, Juri Ardiantoro menilai, gerakan SAI Putihkan TPS terlalu berlebihan dan bisa menimbulkan bahaya bagi penyelenggara pemilu.

Siapa pun, jelas Juri, tidak boleh mengganggu proses pemungutan dan perhitungan suara. Ada hal-hal yang harus diperhatikan dari aktivitas di sekitar TPS agar tidak mengganggu pemilih yang hendak menggunakan hak pilih.

KPK sebelumnya mengamankan 400 ribu amplop "serangan fajar" dalam 84 kardus senilai Rp 8 miliar lebih bersamaan dengan penangkapan calon anggota DPR RI petahana dari Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ini Penyebab Menteri KKP Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Minggu, 25 Januari 2026 | 12:09

War Tiket Kereta Lebaran Rentan Dimanfaatkan Calo

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:27

Pencabutan HGU Sugar Group Pulihkan Wibawa Negara

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:18

Menteri KKP Pingsan di Tengah Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Minggu, 25 Januari 2026 | 11:03

Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:51

Iran Tak Bisa Diruntuhkan Lewat Tekanan Politik hingga Mobilisasi Massa

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:45

Sebagian Wilayah Jakarta Masih Terendam Banjir

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:23

KPK Hormati Upaya Praperadilan Sekjen DPR Indra Iskandar

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:15

Pemerintah Didesak Turun Tangan Atasi Banjir di Jalan Tol

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:33

Trump Ultimatum Kanada: Dagang dengan Tiongkok Dibalas Tarif 100 Persen

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:17

Selengkapnya