Berita

M. Taufik/RMOL

Nusantara

Ketua DPD Gerindra Nilai Janggal Koordinator Saksinya Kok Ditangkap Polisi

SELASA, 16 APRIL 2019 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik menilai janggal penangkapan koordinator saksi tingkat RW pencalegannya atas dugaan politik uang.  

Penangkapan terjadi di dekat posko kemenangan, Warakas, Jakarta Utara pada Senin (15/4) kemarin pukul 16.30 WIB.

Taufik mengurai salah satu kejanggalannya karena pihak kepolisian setempat yang menangkap, dan bukan Bawaslu Jakut. Saat penangkapan terjadi, ia sedang fokus berkoordinasi dengan koordinator saksi lain sehingga tidak begitu diperhatikannya.


"Tiba-tiba dibisikin saya, ada anak buah yang dibawa polisi, jadi bukan Bawaslu yang bawa, polisi yang bawa. Kemudian saya tetap melanjutkan karena waktunya nggak ada lagi, saya melanjutkan penjelasan-penjelasan kepada para koordinator saksi tingkat RW itu," tutur Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Taufik pun mengakui 80 amplop berisi uang Rp 500 ribu yang diamankan polisi dalam OTT itu pemberiannya. Tapi, tegas Taufik, merujuk UU tidak ada pelanggaran.  

"Kedua saya sampaikan, saat itu juga selesai saya memberikan penjelasan, saya telepon Bawaslu tingkat Jakarta Utara. Jawabannya, 'nggak apa-apa Bang itu namanya ongkos politik, nggak dilarang oleh undang-undang'," kata Taufik mengutip penjelasan pihak Bawaslu Jakut.

Dengan dasar inilah menurut dia, tidak sepatutnya koordinator saksi pencalegannya ditangkap.

"Jadi kalau tiba-tiba seperti ini, saya kira mestinya semua yang kasih uang kepada saksi ditangkap aja semua gitu. Ini kan undang-undang yang membolehkan," cetus Taufik bernada kesal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya